Home Berita NAH LOH Menag Lukman Saifuddin Malu-maluin

NAH LOH Menag Lukman Saifuddin Malu-maluin

0
SHARE

oleh : Ahmad Bay Lubis
Penulis adalah advokat, Wakil Sekjen DPP PPP

TERSIAR kabar di berbagai media, Metro TV dapat award, penghargaan API (Apresiasi Pendidikan Islam), sebagian menyebutnya “penghargaan” dari Kementerian Agama RI kepada Metro TV atas jasa-jasa tivi ini dalam dakwah Islam.
Saya cuma bisa tertawa dan bertanya-tanya, apa betul? Kok bisa ya? Ehemmm bikin ngakak, LoL.

Yang paling berhak menjawab pertanyaan di atas pastinya Menteri Agama, Panitia dan Penerima Awardnya, antara lain Metro TV. Akan tetapi, karena diumumkan di publik, maka setiap orang berhak juga “mempertanyakannya”. Saya termasuk orang yang mempertanyakannya.

Publik Indonesia pastinya bereaksi dan bertanya-tanya terkait jasa Metro TV dalam dakwah Islam atau Pendidikan Islam sehingga pantas mendapat award atau penghargaan itu. Pertanyaannya kemudian adalah siaran Metro TV yang mana? Dan apa tolak ukur kategorinya? Apa sebenarnya yang menjadi pertimbangan sehingga tivi ini dinilai layak dapat award dibanding tv swasta lainnya.

Menurut saya stasiun televisi lain justru jauh lebih layak. Sorry to say, sampai-sampai Metro TV pernah mendapat bully sebagai “metro tivu” itu, meskipun saat itu saya ikut prihatin, tapi cap/label metro tivu itu sampai saat ini belum hilang dari ingatan banyak orang, termasuk saya.

Jujur saja, sebelum label/cap negatif itu gencar beredar di media sosial, saya termasuk penggemar berat Metro TV. Namun setelah adanya label/cap di atas, saya hanya mengikuti berita Metro TV jika sudah sangat terpaksa. Oleh karena itu, ini perlu diclearkan Metro TV.

Apakah apresiasi atau award dari Menteri Agama di atas sebagai bagian dari clear and clean cap/label di atas? Jika memang iya, juga enggak apa-apa dan dapat dimaklumi. Toh tidak ada hukum positif yang dilanggar, kecuali hukum lainnya, sosial etik.

Karena yang memberi award atau apresiasi itu Kementerian Agama, maka kementerian inilah yang paling bertanggung jawab untuk menjelaskan duduk soal, alasan, kriteria, dan sistem penilaiannya terhadap Metro TV. Harus transparan dan objektif. Ini perlu dilakukan Menteri Agama, agar jangan sampai berkembang menjadi isu politis dan ujung-ujungnya Presiden Jokowi yang jadi sasaran kritik dan tudingan miring.

Untuk itu, transparansi dan klarifikasi objektif dari Menteri Agama terkait award kepada Metro TV itu sangat penting, termasuk penting buat Netro TV. Kalau tidak, maka penghargaan itu justru berubah jadi cemooh, atau award itu lebih tepat disebut award abal-abal. [***]

[RMOL]