Home Politik Kerap Menerima Kritik Tanpa Data, Jokowi Jawab Begini

Kerap Menerima Kritik Tanpa Data, Jokowi Jawab Begini

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA  Kritik terhadap pemerintah menjadi salah satu hal yang dibahas Presiden RI Joko Widodo ketika berbicara di depan para penyuluh agama di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/4/2018), dilansir dari Kompas.com.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperbolehkan siapa saja untuk mengkritik dia dan pemerintahan yang dipimpinya dalam menjalankam program-program.

Namun Jokowi meminta masyarakat bisa membedakan mana yang namanya kritik, dan mana yang namanya menghujat.

“Kita ini kadang sering tidak bisa membedakan mana yang kritik dan mana yang mencela. Beda lho itu. Mana yang kritik dan mana yang mencemooh, mana yang kritik dan mana yang menjelek-jelekkan,” jelas Jokowi.

Presiden Jokowi lalu menjelaskan perbedaan antara kritik dan celaan. Menurut dia, kritik tanpa data dan solusi, hanyalah sebuah celaan atau cemoohan. Apalagi disampaikan dengan menjelek-jelekkan.

Baca Juga : Kritikan Pedas Said Aqil Soal Aksi 212, Eggi Sudjana Jawab Begini

“Kritik itu harus ada basis datanya dan memberi solusi. Kalau tidak ya itu namanya mencemooh,” tambahnya.

Menurutnya, dalam menjalakan sebuah sistem termasuk pemerintahan dan manajemen sebuah negara memang memerlukan check and balance. Kritik menjadi sebuah keperluan sebagai cara untuk mengkontrol kinerja pemerintah.

Dengan melayangkan kritik ke pemerintah maka jajaran petinggi negara tahu bahwa ada pihak yang memang mengawasi kinerjanya.

“Jadi saya sampaikan kritik itu sangat perlu. Dalam kita berdemokrasi kritik itu perlu. Tapi tentu saja kritik dengan sebuah data-daya yang complete, memberikan solusi kemudian untuk sebuah perbaikan yang lebih baik,” ujarnya.

Khususnya untuk partai politik, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menekankan kejujuran menjadi perilaku yang utama. Dia pun mengajak semua partai politik untuk fokus pada program dan prestasi dalam merebut suara rakyat.

Jokowi tak ingin proses pilkada dan pemilu mengganggu pembangunan. Semua pihak harus menjaga ketenangan dengan menjunjung tinggi sopan santun dan keadaban.
suratkabar.id