Home Politik Kata Tjahjo Kumolo Soal Kontroversi Parpol Setan

Kata Tjahjo Kumolo Soal Kontroversi Parpol Setan

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Tjahjo Kumolo selaku Menteri Dalam Negeri (Mendagri) mengomentari pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang menyebut ada dua kubu partai politik di Indonesia, yakni parpol Allah dan partai setan. Menurutnya, adalah normal jika dalam kontestasi politik ada partai yang mendukung pemerintah dan berlawanan dengan pemerintah. Terminologi partai Allah dan partai setan sah-sah saja dalam demokrasi.

“Munculnya terminologi parpol Allah dan partai setan, atau parpol besar dan parpol kecil sah dalam demokrasi. Namun demikian dalam setiap kontestasi, tentu ada parpol menang dan parpol yang kalah,” papar Tjahjo dalam keterangan tertulis yang diterima awak media seperti dikutip dari laporan Republika.co.id, Sabtu (14/04/2018).

Menurut Tjahjo, kondisi tersebut merupakan hal yang logis dalam dinamika politik. Parpol yang menang biasa membentuk koalisi dengan pemerintah (koalisi pemerintahan).

“Sementara itu, parpol yang kalah silakan membentuk koalisi opisisi dalam ranah parpol yang kalah. Itu sah dalam demokrasi,” imbuh Tjahjo.

Di sisi lain, anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menyebutkan hal yang disampaikan Amien Rais itu adalah dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran. Pernyataan Amien Rais soal partai setan bukanlah dalam konteks parpol.

Baca juga: Kontroversi Partai Setan dan Partai Allah Amien Rais, PKS Beri Kritikan Santun

Hizballah

Ia kemudian menambahkan, rujukan Amien Rais adalah kata hizballaah dari Al Maidah ayat 56. Alquran terjemahan Kementerian Agama mengartikannya sebagai “pengikut (agama) Allah”. Kata “hizb” ini bisa diartikan sebagai golongan, kelompok, grup atau partai.

“Namun kata partai ini tidak otomatis berarti partai politik. Al Maidah 56 juga menegaskan bahwa hizballaah itu adalah orang-orang yang menang,” ujar Dradjad, dalam siaran persnya, Minggu (14/04/2018).

Lawan dari  hizballaah adalah hizbasy-syaithoon, yang bisa ditemukan di surat Al Mujaadilah ayat 19. Dalam Alquran terjemahan Kementerian Agama, hizbasy-syaithoon ini diartikan sebagai “golongan setan”. Merekalah yang merugi.

“Apa ciri-ciri keduanya? Silakan baca sendiri Al Maidah 55-56 dan Al Mujaadilah 19,” imbuh Dradjad.

Drajad menambahkan, Amien Rais sama sekali tak membagi parpol menjadi Partai Allah vs Partai Setan. Tidak ada kata-kata parpol dalam ucapan Amien Rais.

“Beliau menyebut partai, itu artinya kelompok atau golongan. Lebih besar dan lebih luas dari sekadar partai politik,” jelas politikus senior PAN ini.

Dradjad menunjukkan buktinya, ia meminta agar melihat kutipan pernyataan Amien Rais, yakni: “bukan hanya PAN, PKS dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah”.

Termasuk kutipan berikut: “Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya… Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” demikian bunyi pernyataan Amien Rais.

Dengan demikian, tambah Dradjad, jelas yang dimaksud Amien Rais dengan kata “partai” itu adalah “kelompok” atau “golongan/pengikut”, bukan partai politik. Hal ini juga berlaku untuk istilah “partai besar”.

“Karena itu, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya mengajak kita semua melihat hal ini dari kacamata tauhid Islam. Bukan kacamata partai politik. Sehingga, tidak perlu terjadi kontroversi terkait hal ini,” tandas Dradjad.

Sebelumnya, pernyataan Ketua Dewan kehormatan PAN, Amien Rais yang menyebut tentang Partai Allah dan Partai Setan menyulut kontroversi. Pernyataan Amien usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, tersebut dianggap sebagai pendikotomian partai politik.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” imbuh Amien.

Namun, mengutip reportase CNNIndonesia.com, Amien tak mau memberikan jawaban rinci mengenai siapa saja partai setan. Bahkan Amien mengelak bahwa yang ia maksud partai setan itu merupakan partai tertentu, melainkan hanya sebatas cara berpikir.

“Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang,” tukasnya.
suratkabar.id

Loading...