Home Politik Ini Sikap Bawaslu jika PBB Rekrut Bakal Caleg Mantan HTI

Ini Sikap Bawaslu jika PBB Rekrut Bakal Caleg Mantan HTI

0
SHARE

Foto: Viva

RAKYAT JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum Partai Bulan Bintang atau PBB, menyebut bahwa partainya siap untuk calon anggota legislatif di Pemilu 2019 dengan merekrut eks anggota  Hizbut Tahrir Indonesia serta anggota Front Pembela Islam.

Menurut penilaian Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja, hal itu pun tak dipermasalahkan oleh pihaknya.

“Silakan, selama masih mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia dan UUD 1945, enggak ada masalah,” ujar Rahmat di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (13/3/2018), seperti dilansir dari Viva.co.id.

Baik anggota HTI maupun FPI tidak mendapat larangan untuk jadi anggota DPR, demikian menurut peraturan Pemilu. “Syarat mutlak, hanya setia kepada NKRI, itu saja,” kata dia.

Para eks terpidana, tahanan politik serta mereka yang dituduh sebagai eks PKI bahkan juga masih bisa mendaftar untuk menjadi anggota. Asalkan, negara tidak mencabut hak politiknya serta negara juga telah merehabilitasi nama para eks tahanan politik tersebut.

“Misalnya eks PKI, mau (mencalonkan) boleh, tidak ada masalah. Selama dia sudah setia kepada NKRI, sudah menjalani hukumannya. Hukuman kan, sebagai faktor untuk dia kembali lagi sebagai warga negara,” terangnya.

Diminta oleh Rahmat untuk tidak mengungkit masa lalu mereka yang dulunya pernah jadi tahanan politik. Pasalnya, mereka telah menebus kesalahan di balik jeruji besi.

“Sudahlah jangan kita hukum terus, kasihan nanti mereka mati perlahan. Mereka punya hak pilih dan dipilih. Masih punya kesempatan itu kok, tho organisasinya yang dilarang, pemahamannya, mereka mengakui ini salah dan mereka mengaku setia terhadap negara,” ucap dia.

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sebelumnya mengatakan kalau partainya menerima pendaftaran bakal calon legislatif dari mana saja, yang penting tak berasal dari PKI serta kalangan penista agama.

“PBB ingin jadi partai besar dan karena itu kami terbuka menerima siapa saja untuk mendaftar sebagai bacaleg sesuai syarat yang ditetapkan undang-undang,” ujar Yusril dalam siaran pers yang diterima oleh VIVA, Selasa (13/3/2018).

Ditegaskan oleh Yusril bahwa hal itu sebagai tanggapan dalam menyikapi berita tentang PBB yang menerima eks anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan sebagian anggota Front Pembela Islam (FPI) sebagai bakal calon.

“Kami menerima bacaleg bukan saja eks HTI dan anggota FPI, tetapi dari semua latar belakang ormas Islam di Tanah Air,” ujar Yusril. Loading…
suratkabar.id

Loading...