Home Politik Abraham Samad: Ketua KPK Lebih Tinggi dari Menteri

Abraham Samad: Ketua KPK Lebih Tinggi dari Menteri

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad menyebut seorang mantan pimpinan KPK tidak boleh menduduki posisi menteri di kabinet pemerintahan. Menurutnya, jika mantan Ketua KPK menerima tawaran jabatan menteri maka akan menurunkan marwah lembaga antirasuah tersebut.

“Ketua KPK lebih tinggi dari menteri, KPK itu marwahnya di mana, di atas menteri, nanti marah anak-anak di KPK kalau saya menurunkan marwah KPK,” kata Abraham saat ditanya apakah bersedia jika dipinang menjadi seorang menteri, Minggu (15/4/20218), dilansir dari Detik.com.

Sebagai mantan Ketua KPK, ia merasa memiliki kewajiban menjaga kredibilitas lembaga yang namanya telah melekat pada dirinya itu.

Ia juga memaparkan bukti posisi Ketua KPK lebih tinggi dari jabatan menteri. Samad merujuk sepak terjangnya saat memimpin lembaga antirasuah.

“Saya pernah menangkap orang yang dalam status menteri tiga orang, Suryadharma Ali, Andi Alfian Mallarangeng, dan Menteri ESDM Jero Wacik. Semuanya (saat itu) menteri aktif. Itu fakta bahwa posisi KPK itu lebih di atas menteri,” tambah Samad.

Baca Juga: Abraham Samad Buka-Bukaan Soal Kesiapannya Maju Capres

Ia menjelaskan, komitmen untuk tidak tergiur menjadi menteri bertujuan agar anggota KPK tetap memiliki kebanggaan bahwa lembaga itu luar biasa.

Dia lalu menyebutkan bahwa ada beberapa parpol memintanya menjadi gubernur di Sulawesi Selatan. Samad menolak dengan mengatakan bahwa tawaran itu salah besar. Jika dia ‘turun’ maka orang KPK akan memarahinya karena dinilai men-downgrade KPK.

“Ada sesuatu yang melekat pada diri saya, saya mantan ketua KPK, saya tak boleh men-downgrade. Saya harus jaga kredibilitas KPK, supaya anak-anak (penyidik KPK) tetap semangat. Maksud saya kalau Abraham Samad bukan siapa-siapa, mau jadi apapun tidak masalah. Tapi saya ingin menjaga marwah dan kredibilitas lembaga (KPK),” imbuhnya.
suratkabar.id