Home Politik 8 Fakta Tewasnya Tukiyem, Warga Trenggalek yang Digelonggong Air oleh Kerabatnya Sendiri

8 Fakta Tewasnya Tukiyem, Warga Trenggalek yang Digelonggong Air oleh Kerabatnya Sendiri

0
SHARE

RAKYAT JAKARTA – Tewasnya Tukiyem (51), seorang wanita lanjut usia warga Dusun Jerukgulung, Desa Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, tak hanya secara heboh telah menyita perhatian publik namun juga menyisakan misteri. Tukiyem ditemukan meninggal dunia di halaman rumahnya pada Minggu (04/03/2018) sore. Polisi yang telah mencurigai ada sesuatu yang tak beres dengan kematiannya lantas melakukan otopsi.

Mengutip reportase Kompas.tv, Senin (12/03/2018), hasil otopsi menunjukkan ada tanda kekerasan di sekitar mulut Tukiyem. Tanda kekerasan itu diduga akibat mulut Tukiyem dimasuki selang dengan air yang mengalir.

Berdasarkan informasi yang didapatkan tim reporter, diketahui korban tinggal bersama para pelaku dan tetangganya di suatu desa dengan pola sosial yang normal pada umumnya. Hal inilah yang mengusik tim wartawan untuk menelusuri fakta lain termasuk ritual kepercayaan tertentu yang dilakukan para pelaku terhadap korban.

Pasalnya, para pelaku bersiteguh menduga bahwa korban tengah kesurupan—ia dirasuki roh jahat. Karena perbuatan yang dilakukan para tersangka sangat diluar nalar dan sadis, tak pelak kematian korban pun terbilang tragis dan tak wajar. Atas dasar inilah aparat kepolisian pun bahkan mengkonsultasikannya dengan para ahli jiwa.

Lantas, bagaimana kronologi kejadian yang sesungguhnya? Budi yang merupakan anak sulung Tukiyem menceritakan pada Jumat (02/03/2018), sebuah insiden terjadi di keluarganya. Dilansir dari Surya.co.id dan Jatim.Tribunnews.com, berikut fakta lengkap dan kelanjutannya:

  1. ‘Seperti Kena Hipnotis’

Anak sulung Tukiyem, Budi menceritakan, sejak Jumat (02/03/2018), terjadi kesurupan massal di keluarganya. Rumah Tukiyem memang berada satu lokasi dengan tiga rumah anak dan kerabatnya.

“Yang kesurupan semua saudara, adik saya dan suaminya, terus dua ponakan saya juga suami-istri,” tutur Budi, saat ditemui di rumah duka, Selasa (06/03/2018).

Namun upayanya ini tidak membuahkan hasil. Menurutnya, saat kesurupan mereka mengamuk dan mengancam siapa saja.

“Kami yang dalam kondisi sadar, tidak kesurupan ini, seperti kena hipnotis. Kami nurut diperintah apa saja,” beber Budi.

  1. Dicekoki Air

Menurut AKP Sumi Andana selaku Kasat Reskrim Polres Trenggalek, Minggu (04/02/2018), perempuan nahas ini dipaksa minum air.

“Dari hasil otopsi ada bekas kekerasan di sekitar mulut korban,” terang Sumi.

Selain itu saluran napas Tukiyem juga penuh dengan air. Air bahkan mencapai rongga dada dan membanjiri paru-paru.

“Karena cairan ini korban mati lemas,” imbuhnya kemudian.

  1. Ternyata Dibunuh

Tukiyem yang awalnya disebut meninggal karena kesurupan, ternyata dibunuh (yang sepertinya tidak disengaja). Ironisnya, para pelaku masih mempunyai hubungan kekerabatan dengan Tukiyem. Bahkan satu di antaranya merupakan anak kandungnya sendiri.

Pembunuhan ini terungkap setelah polisi melakukan otopsi terhadap jenazah Tukiyem. Karena Tukiyem sendiri dicurigai meninggal secara tidak wajar. Dari hasil otopsi yang dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Kediri di RSUD dr Soedomo Trenggalek, Tukiyem dipastikan tewas dibunuh.

  1. Tukiyem Minta Dimandikan

Dalam kondisi seperti kerasukan roh jahat itu, Tukiyem sempat minta untuk dimandikan. Namun kejadian selanjutnya Budi mengaku tidak tahu. Sebab saat itu dirinya sedang pergi keluar rumah. Sementara ayahnya, Riyanto juga tengah pergi ke hutan mencari pakan ternak.

“Tahu-tahu sampai rumah sudah kejadian. Ibu ditemukan meninggal dunia,” lanjut Budi.

Budi kini mengaku dalam kondisi kebingungan. Dirinya sendiri meyakini bahwa adik dan kerabatnya dalam keadaan tidak sadar saat melakukan kekerasan terhadap ibunya. Namun kini polisi menahan mereka untuk menjalani proses hukum.

  1. Tujuh Tersangka Ditangkap

Oleh Polres Trenggalek, ada tujuh orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Tukiyem. Para tersangka tersebut yakni Rini Astuti (anak korban), Jayadi Budi (menantu korban), dan Jemitun (adik kandung). Ketiganya dijerat dengan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Empat tersangka lainnya adalah Suyono (adik ipar), Katenun (adik ipar), Apriliani (keponakan), dan Andris Prasetyo (keponakan). Keempatnya dijerat Pasal 170 (1) KUHP tentang Pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

  1. Ritual Penyembuhan

Rini, yang merupakan salah satu tersangka menuturkan, sebelum kesurupan, dilakukan ritual ucapan syukur, karena adiknya, Jemitun, sembuh dari sakit.

“Sebenarnya ritual biasa, seperti makan nasi kuning,” ujar Rini.

Namun di tengah ritual, Tukiyem mengeluh sakit perut dan sesak. Semua kemudian sepakat untuk melakukan ritual penyembuhan. Caranya dengan memasukkan air, langsung dari selang ke mulut Tukiyem.

“Saya yakin penyakitnya bisa keluar. Saya tidak berpikir ibu saya tidak bisa bernapas,” kisah Rini.

  1. Gunakan Ikan Teri

Tak hanya itu, ritual penyembuhan ini juga menggunakan ikan teri. Menurut pengakuan Rini, ikan teri itu digunakan untuk menarik roh jahat dari tubuh Tukiyem. Roh itulah yang menyebabkan Tukiyem sakit.

Saat ditanya siapa yang mengajari ritual itu, Rini menjawab “Tidak ada”. Ritual tersebut dilakukan atas kesepakatan bersama.

  1. Penyesalan Anak Korban

Kini Rini mengaku menyesal karena sudah membuat ibunya meninggal dunia.

“Semua di luar kesadaran saya,” imbuhnya.

Saat menceritakan kejadian itu, Rini menangis sesenggukan. Bahkan anak kedua Tukiyem ini pingsan saat akan dibawa kembali ke ruang tahanan Polres Trenggalek.

Loading…
suratkabar.id

Loading...