Home Berita WOOOWWWW TERNYATA EH TERNYATA “Radikalisme” Masjid Salman ITB, Pantas Ramai...

WOOOWWWW TERNYATA EH TERNYATA “Radikalisme” Masjid Salman ITB, Pantas Ramai Dikunjungi Mahasiswa/i

0
SHARE

by Taura Taufikurahman*
(Alumni ITB)

Salah satu alasan mengapa Masjid Salman ITB itu ramai dikunjungi oleh para mahasiswa, bukan hanya ITB tapi juga dari kampus sekitarnya, karena………. makan di kantinnya murah meriah, kantin Salman memang legendaris. Tadi anak saya cerita kalau siang tadi dia makan nasi dg sayur tahu saja cuma 4000 rupiah, harga yang radikal 🙂

Selain itu banyak mahasiswi yang datang ke Salman, diantaranya juga dengan harapan mudah-mudahan ketemu jodoh dg mahasiswa ITB yang pinter. ganteng dan shaleh, atau meminjam istilah teman saya ini mahasiswa yang radikal (rajin/ramah, terdidik, berakal/beramal) 🙂

Masjid Salman adalah diantara masjid yang secara arsitektural juga pioneer: masjid tanpa kubah, atau lebih tepatnya dg kubah terbalik, merupakan hal yang radikal secara arsitektural, berbeda dengan kecenderungan masjid yang umum di kita. Radikalisme yang lain adalah bangunan yang pertama kali dibangun bukan masjidnya, tapi menaranya. Pak Noe’man (alm) telah membuat arsitektur masjid Salman sangat unik, sangat radikal.

Hal lain, lantainya yang tersusun dari kayu (parket) jati sejak awal juga rasanya merupakan terobosan, karena umumnya lantai masjid berkarpet. Saya lupa persisnya kapan lantai parket dipasang di masiid Salman, karena tahun 80an dulu masih memakai karpet hijau dengan benang kasur dibentangkan sebagai pembatas shaf. Dengan lantai kayu coklat gelap memberi kesan keteduhan. Bahkan kalau siangpun suasana di dalam masjid terkesan teduh dan sejuk karena bukaan pintu yang lebar plus ventilasi yang banyak, sehingga kalau mendengar khutbah jum’at dg udara yg sejuk, bisa dipastikan banyak mahasiswa radikal yang khusyu’ terlelap …

Mangga diantos testimoni para alumninya yang tersebar di seluruh nusantara, bahkan berbagai penjuru dunia. Alumni Salman adalah sesiapa yang pernah menunaikan shalat dua raka’at di masjid Salman, dia sudah bisa mendaftarkan dirinya kedalam keluarga alumni Salman, ini kriteria yang radikal ya….

__
*Sumber: dari fb Taura Taufikurahman