Home Opini Ust. Yusuf Mansyur: Berkaca Pada Pilkada 2017, Semoga Orang-Orang Shalih Berkuasa di...

Ust. Yusuf Mansyur: Berkaca Pada Pilkada 2017, Semoga Orang-Orang Shalih Berkuasa di 2019

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Taujih ustadz Yusuf Mansyur di mesjid Al Ghifari, Malang pada Jumat, 21 April 2017.

Pilkada Jakarta dipantau oleh hampir 29 negara.

Kebanyakan muslim yang “biasa”nya tidak peduli dengan “pencoblosan” tiba-tiba menjadi sangat peduli. Rela mengeluarkan banyak uang agar bisa menyumbangkan suaranya. Ada yang naik pesawat paling pagi, pergi dari luar pulau Indonesia untuk bisa menggunakan hak pilihnya.

Bahkan ada satu keluarga pulang dari Qatar hanya untuk bisa memilih.

Yang tidak mempunyai hak suara di daerah-daerah lain “sakit perut” menunggu kabar kemenangan..dan berdoa tanpa henti…

Alhamdulillah tiba-tiba banyak muslim yang sadar bahwa masalah kekuasaan juga menyangkut kemenangan yang Haq dan Bathil.

Masalah kepemimpinan sangat penting.

Tapi sering kita lupakan, bahkan mengganggap “kotor” orang-orang yang berada di dalamnya.

Padahal itu karena hati kita yang dengki dan tidak peduli pada sekeliling kita.

Karena jika kita memang benar-benar peduli pada sekeliling kita pasti kita akan senang dengan orang-orang baik yang ada di pemerintahan dengan memberikan dukungan suara kepada mereka.

Ustadz juga, pengusaha juga, kepala pemerintahan juga.

Ustadzah juga, pengusaha juga, anggota dewan juga.

Masyaa Allah…

Pasti kita akan senang mendengarnya jika di hati kita tidak ada “sesuatu”.

Karena masalah kekuasaan adalah masalah yang menyangkut bukan hanya urusan beberapa orang dalam keluaga kita saja. Atau beberapa ratus orang dalam satu RW saja. Tapi masalah ratusan juta orang dalam satu negara.

Hal ini sangat disadari oleh mereka musuh islam. Tapi kurang disadari oleh kaum muslimin itu sendiri.

Hanya orang yang memiliki hati yang tidak bersih dan sangat sangat cuek saja yang akan mengabaikan hal ini.

Atau memang seseorang yang memiliki kesabaran luar biasa tanpa keluhan saja.

Yang ketika harga2 naik, mereka bersabar. Walau mereka tidak mampu.

Yang ketika ada aturan suatu departemen pemerintahan dilarang berjilbab atau dilarang sholat jumat mereka juga bersabar untuk keluar. Tidak berbuat apa-apa lagi.

Pemilu 2019 musuh-musuh Islam sudah bersiap-siap. Tapi kita “yang muslim” masih santai saja tidak peduli.

Islam itu menyeluruh dan sempurna. Mengatur seluruh urusan.

Apakah engkau rela menyerahkan urusanmu dan urusan saudara muslimmu pada orang-orang yang tidak seaqidah dan tidak mengerti agamamu?

Adalah baik yang berada di pemerintahan itu ustad kita sekaligus juga pemimpin kita.

Dan jangan lupa untuk mendoakan mereka orang-orang baik yang berada disana untuk istiqomah dalam kebaikan dan menjadi semakin baik, karena godaan disana lebih besar daripada posisi kita yang tidak berada disana.

Kita sudah belajar dalam majelis ilmu tapi suka lupa bahwa para salafus sholeh berkata “jika aku mempunyai doa mustajab, maka akan kugunakan doa itu untuk mendoakan penguasa”.

Mari bersiap-siap untuk pemilu 2019.

Dengan doa-doa terbaik dan turut menjadi bagian mendukung orang-orang baik yang sholeh untuk mengambil “kekuasaan”.

Jangan lagi menjadi muslim yang “tidak peduli”.(jk/pm)