Home Berita Tinggalkan independen, Teman Ahok kapok dan Lulung buktikan pembohongan Ahok

Tinggalkan independen, Teman Ahok kapok dan Lulung buktikan pembohongan Ahok

0
SHARE

JAKARTAKeputusan Basuki alias si Ahok meninggalkan jalur independen dan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta melalui jalur partai politik (Parpol) membuat teman Ahok kapok. Namun pembohongan Ahok ini sesungguhnya telah diprediksi oleh politikus Jakarta Haji Lulung beberapa waktu lalu.

Kekecewaan mendalam sangat dirasakan oleh mereka yang bergabung dengan Teman Ahok sebagai organisasi yang menanungi para pendukung Ahok untuk maju lewat independen.

Walhasil, selain muncul hastag #balikinKTPgue yang jadi trending topic, muncul juga sejumlah meme yang menyindir Ahok yang putar haluan politik tersebut.

Salah satunya Teman Ahok diplesetkan menjadi Teman Kapok. Sebuah meme muncul dalam bentuk gambar kaos yang bertuliskan “Teman Kapok, Takut Independen 2017”.

Meme dalam bentuk kaos lainnya bertuliskan, “Jadi KTP Gue buat Apaan Hok?.”

Ada juga yang menulis,”KTP Gue Balikin Koh Ahok.”

Meme Teman Kapok

Meme Teman Kapok

Beberapa waktu lalu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung, mengaku tak percaya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berani memilih jalur independen untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017. Menurut dia, Ahok akan tetap memilih maju melalui partai politik.

“Saya mau iris ini kuping saya kalau dia (Ahok) mau maju independen. Bohong, retorika propaganda. Gak mungkin dia berani,” kata Lulung usai mengisi diskusi di R2R Cafe di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (23/6/2016), dikutip dari Tempo.

Menurut Lulung, jika Ahok maju melalui jalur indepeden, tantangan yang paling sulit adalah verifikasi KTP dukungan. Apalagi, adanya pengakuan dari lima eks Teman Ahok yang mengaku curang saat mengumpulkan KTP.

“Saya pikir sah-sah saja propaganda itu dari segi politik. tapi ini kan ada pembohongan terhadap publik,” kata dia politikus dari Partai Persatuan Pembangunan tersebut.