Home Berita Timses Calon Dirut Pertamina Mulai Panik

Timses Calon Dirut Pertamina Mulai Panik

0
SHARE

Setelah pencopotan Dirut dan Wakil Dirut Pertamina pada 3 Februari 2017 oleh Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Dirut adalah Yenni Andayani untuk jangka waktu satu bulan. Jabatan Wakil Dirut pun dihilangkan dari struktur organisasi perusahaan.

Penyeleksian calon Dirut memancing banyak pihak yang berkepentingan menyukseskan calonnya, baik secara benar dan beretika sampai dengan menghalalkan segala cara tidak beretika, termasuk menebar fitnah keji untuk membunuh karakter seseorang.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman.

Dia mengatakan, sejak Rabu 22 Februari beredar delapan nama calon, yaitu Archandra Tahar, Elia Masa Manik, Sofyan Basyir, Rahmad Hardadi, Edwin Hidayat Abdullah, Syamsu Alam, Yeni Handayani dan Arif Budiman. Mereka akan diseleksi oleh Kementerian BUMN, menjadi tiga nama untuk diusulkan ke Presiden Joko Widodo sebelum mendapat persetujuan.

“Beredar kabar kencang bahwa Archandra yang akan terpilih,” ucapnya, dalam pesan elektronik kepada wartawan.

Untuk membunuh karakter para kandidat, ungkapnya, digelar operasi khusus. Sebagai contoh, dimunculkan pendapat dari pengamat bernama Faisol Basri dengan berita “Bombastis Soal Pertamina Atas Dasar Ilusi”. Sampai sekarang, asal usul dan latar belakang Faisol Basri belum jelas. Diduga nama ini fiktif dibuat mendekati nama Faisal Basri, mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, agar pembaca terkecoh.

Adapun macam-macam judul berita lain seperti “Sengkuni Sang Kreator Di Balik Matahari Kembar Pertamina” dan “Ada Calon Dirut BUMN Sanggup Menyetor 100 M per Bulan”.  Karena berita itu disebar di beberapa whatsapp group, akhirnya memancing Fahmi Rady yang adalah mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang juga sahabat Faisal Basri, berkomentar. Menurutnya, upaya mengesankan pembaca bahwa itu adalah tulisan Faisal Basri gagal total.

Kalau melihat pola operasinya, lanjut Yusri, mudah diketahui siapa kreator berita-berita model seperti itu. Ia mengendus “cara kuno” yang selalu digunakan dalam menyingkirkan orang lain dan ingin mengangkat kembali orang yang orang tersebut promosikan sebagai Dirut Pertamina.

“Jangan-jangan, dari pola operasi dan gaya bahasa, bisa jadi ini dilakukan oleh timses AB yang lagi panik juga akibat paslonnya juga tersingkir di Pilkada. Ibarat nasibnya dia, sudah jatuh tertimpa tangga pula,” ucap Yusri.

Kesan panik tercemin dari modus operasi menebar fitnah itu. Seolah-olah semua langkah Pemerintah dan Presiden salah. Termasuk mudahnya Presiden dibisiki oleh seseorang.

“Bisa jadi ini dilakukannya karena angan-angan dialah yang paling benar dan tanpa sadar dia telah menuhankan dirinya. Kasihan dan sedih kita melihat orang orang model seperti ini ada di republik tercinta ini,” sesal Yusri Usman.