Home Berita Tim Anies-Sandi Minta Warga Jakarta Tidak Terprovokasi Penolakan Salat Jenazah

Tim Anies-Sandi Minta Warga Jakarta Tidak Terprovokasi Penolakan Salat Jenazah

0
SHARE

JAKARTA – Peristiwa meninggalnya nenek Hindun, warga Kelurahan Karet, Setiabudi, Jakarta Selatan sempat menghebohkan warga. Pasalnya, berhembus isu warga menolak mengurus jenazah karena yang bersangkutan adalah pendukung calon gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Andre Rosiade, tim sukses pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno mengimbau warga untuk tak terpancing dan terprovokasi dengan isu tersebut. Seluruh umat Islam harus tetap bersatu dan membantu bila ada warga yang meninggal dunia.

“Kami mengimbau umat Islam tidak terpancing dan terprovokasi dengan adanya isu penolakan memandikan, menyalatkan dan memakamkan jenazah Ibu Hindun,” kata Andre dalam keterangan tertulisnya, Minggu 12 Maret 2017.

Andre mengatakan, isu yang menyebutkan penolakan mengurus jenazah karena Nenek Hindun pendukung Ahok perlu dijelaskan secara utuh. Sebab, yang memandikan dan menyalatkan jenazah nenek Hindun justru kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan pendukung Anies-Sandi.

Begitu juga dengan ambulans yang mengantarkan jenazah Nenek Hindun ke liang lahat adalah milik Tim Anies-Sandi. Sedangkan ambulans milik PDIP dan Golkar selaku partai pendukung Ahok saat dihubungi warga sedang penuh atau digunakan.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra itu juga meminta agar warga tetap tenang dan melaksanakan syariat. Bila ada warga yang seiman meninggal agar tetap membantu proses pemakamannya.

“Dari memandikan, mengkafani, menyalatkan sampai mengantar ke kuburan,” ujarnya.

Perbedaan dalam demokrasi, kata Andre adalah hal biasa. Namun, jangan sampai perbedaan tersebut justru merusak kebhinnekaan yang ada di Indonesia. Kendati dalam Islam dilarang untuk memilih pemimpin non-muslim sebagaimana dalam Surah Al-Maidah Ayat 51.

Menurut Andre, jangan sampai umat Islam terkotak-kotak hanya karena berbeda pilihan, walau masih banyak yang belum mengamalkan Surah Al-Maidah Ayat 51.

Selain itu, sambung Andre, umat Islam jangan menyalahkan pendukung Ahok yang beragama Islam. Semua harus tetap saling membantu dan menjadi kewajiban muslim untuk membantu saudaranya yang terkena musibah.

“Mari kita tunjukkan bahwa Islam itu rahmatan lil ‘alamin. Meski Ahok diduga menistakan agama Islam, menghina ulama, kita tidak boleh menyalahkan pendukungnya yang beragama Islam. Jangan sampai perbedaan merusak tenun kebangsaan, merusak tenun kebhinekaan,” pungkasnya.

(ulu)