Home Berita The Wrath Of God

The Wrath Of God

0
SHARE

Rakyat Jakarta – KEPADA orang-orang fasik, Tuhan menurunkan hujan badai. Job berteriak, “The hand of God has struck me down” (Job 19:21).

Kejahatan hati dan perilaku mereka menciptakan bencana. “A man’s own folly wrecks his life.” (Proverbs 19:3, The New English Bible)

Filsuf mencoba menyibak rahasia hidup. The wizzard berusaha paralel dengan kehendak Tuhan. Orang bijak selalu eling. Berusaha membaca ayat-ayat yang tersirat. Tuhan berbicara dengan banyak bahasa.

Kemarin, 26 April 2017, angin, air, puting beliung hantam Balai Kota. Ratusan karangan bunga Ahoker galau roboh. Putik-putik bunga rontok. Berserakan di halaman. Jadi sampah.

Saya curiga, itu amarah Tuhan (The Wrath of God). A Sign. Tanda-tanda Tuhan tidak berkenan dengan arogansi Ahok dan Ahoker edan.

Ahok bukan orang baik. Dia tikam Pak Prabowo, Hasyim Djojohadikusumo, Partai Gerindra. Lihat saja, kelakuannya kepada para pemulung KTP Teman Ahok.

Divine retribution, punishment, karmic law adalah kepastian. Hukuman ilahi adalah “supernatural punishment of a person, a group of people, or everyone by a deity in response to some action.” The divine punishment akan menimpah orang jahat.

Manusia selalu diingatkan. Legenda hukuman dewata ada di semua kultur. The Epic of Gilgamesh, Hindu Vedas, Book of Genesis (6:9-8:22) mendeskrpsikan amarah Tuhan kepada orang-orang jahat.

Dalam liturgi Yahudi, ada kisah soal Tower of Babel. Akibat kebejatan masyarakat, Sodom dan Gomora dihancurkan. Sepuluh kutukan menerpa Mesir setelah mereka memperskusi the children of Israel (Exodus, Chapters 7-12). Orang-orang jahat akan menuai bencana.

Selama pilgub, ada 100 fitnah ditujukan kepada Paslon Anies Sandi dan orang-orangnya. Muntahan caci maki (dan fitnah) terus terjadi pasca pilgub selesai. Puncak arogansi Ahoker adalah seribu standing flower di Balai Kota.

Di saat kubu Anies-Sandi menyerukan rekonsiliasi, Ahoker tetap ofensif. Ketika begitu banyak orang miskin kelaparan di Jakarta, mereka beli karangan bunga.

Ahoker ini, seperti kata Paulus, “they actually do know that God exists, but they suppress this truth because of their unrighteousness“. Ignore Ahoker komunis. They are out of question.

Saya kira, Ahoker akan ditumpas oleh kesombongan mereka sendiri. Relawan Anies Sandi, militan PKS, Kader 08, stay cool and confidence. Coz, we are the winner.[***]

Penulis merupakan Aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KomTak)