Home Berita Ternyata, Wiranto Tak Larang Aksi 112

Ternyata, Wiranto Tak Larang Aksi 112

0
SHARE

Sikap pemerintah dalam merespon adanya aksi 11 Februari 2017 yang digadang GNPF MUI mulai membingungkan. Sebelumnya, melalui Mengkopolhukam, Wiranto meminta agar aksi yang akan dihadiri ribuan umat islam itu tidak terlaksana

Wiranto berasalan jika hari aksi itu bertepatan dengan memasuki hari tenang Pilkada. Wiranto juga meminta aparat keamanan menindak tegas apabila aksi tetap diselenggarakan.

“Kalau dilaksanakan aparat keamanan akan menindak tegas, jangan disalahkan ke aparat keamanan, yang kita salahkan adalah yang melanggar hukum,” ujar Wiranto di Kemenko Polhukam Jakarta, Senin (6/2).

Wiarnto juga berasalan pada masa tenang Pilkada, KPU dan Bawaslu akan mengeluarkan surat adanya pelarangan pengerahan masa. Hal itu bertujuan demi membuat suasana tenang menjelang hari pencoblosan, yakni 15 Februari

“Mengenai acara-acara pengerahan massa di minggu tenang, itu sudah ada aturannya, KPU dan Bawaslu bawaslu akan memberikan satu guidance, yang dilarang seperti apa dan yang tidak dilarang seperti apa,” jelas dia.

Namun demikian, pada hari selasa, 7 Februari 2017, Wiranto malah membantah jika dirinya memberikan larangan kepada umat islam untuk menggelar aksi pada 112.

“Tidak benar itu (Wiranto melarang aksi di masa tenang) tak ada larang-larang. Saya tak larang,” kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam Jakarta, Selasa (7/2).

Ketika ditanya alasan dirinya tidak melarang aksi 112, Wiranto tidak mau berkomentar karena buru-buru mau ketemu Presiden di Istana

“Nanti saya jelaskan, kalau sekarang enggak bisa, saya 5 menit harus sampai sana (Istana),” kata Wiranto. (Fq)