close
Home Berita Ternyata ,,,Taukah Anda E-KTP Yang Katanya Canggih Modern Masih Bercita Rasa Manual

Ternyata ,,,Taukah Anda E-KTP Yang Katanya Canggih Modern Masih Bercita Rasa Manual

0
SHARE

Jakarta – Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Nasdem, ‎Luthfie A. Mutty mengatakan pelaksanaan e-KTP hingga saat ini masih jauh dari tujuan awal untuk mewujudkan single identity number (SIN).

Baginya e-KTP sejauh ini adalah KTP nasional dengan kendali lokal, karena jika ada warga pemegang e-KTP hendak mengurus surat keterangan dari kepolisian semacam Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di daerah yang bukan penerbit e-KTP, misalnya, maka dia harus kembali ke daerah asal.

“Selain itu, e-KTP juga bercita rasa manual. Karena jika seseorang mau mengurus suatu kepentingan yang mensyaratkan KTP, maka yang bersangkutan masih diminta melampirkan fotokopi e-KTP,” kata Luthfie, Kamis (9/2).

Padahal, jika dibandingkan dengan pelaksanaan e-KTP di negara lain, harusnya tak lagi demikian.

Karena itu, pihaknya merasa kerugian yang dialami negara dan rakyat dari ketakberesan proyek e-KTP sejauh ini sangat besar. Maka seharusnya pelaksanaan proyek segera diaudit sehingga perbaikan benar-benar dan nyata.

Dilanjutkannya, e-KTP itu berbasis teknologi. Karakter teknologi adalah mudah, cepat dan murah. Karakter ini yang hilang dari proyek e-KTP yang dijalankan saat ini.

“Karena pengurusannya lebih ribet dibanding KTP manual. Lebih lambat terbitnya dari KTP manual dan juga lebih mahal dibanding yang manual,” kata Luthfie.

“KTP-nya memang gratis, tapi penduduk dari desa terpencil harus datang ke ibukota kabupaten untuk rekam data. Dan untuk itu ada yang bayar sewa ojek hingga jutaan rupiah,” tambahnya.

Terkait proses hukum kasus korupsi e-KTP yang akan segera disidangkan, Luthfie mengatakan setuju bila proyek e-KTP tetap dilanjutkan, hanya pihaknya mensyaratkan adanya audit.

“Sebelum proyek e-KTP dilanjutkan perlu dilakukan audit secara komprehensif untuk memastikan bahwa e-KTP memang mengantar warga menuju single identity number,” kata Luthfie.

Markus Junianto Sihaloho/HA

BeritaSatu.com