Home Berita Ternyata Ini Alasan Mengapa Sandiaga Berkeras Jual Saham Bir Pemprov DKI

Ternyata Ini Alasan Mengapa Sandiaga Berkeras Jual Saham Bir Pemprov DKI

0
SHARE

Calon wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno terpilih versi hitungan cepat memastikan akan menjual saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk, salah satu perusahaan bir ternama.

Penjualan tersebut lantaran, menurutnya, kepemilihan saham di perusahaan bir tidak sejalan dengan visi kota yang ingin menyejahterakan warganya. “Memiliki saham di perusahaan bir itu tidak sesuai dengan visi sebuah kota yang ingin mensejahterakan warganya,” kata Sandi di Jakarta Selatan, Jumat (28/4).

Sandi menerangkan, penghasilan yang diperoleh Pemprov DKI dari saham bir tersebut tidak terlalu signifikan. Perusahaan bir tersebut hanya memperoleh penghasilan sebesar Rp 40-50 miliar per tahun.

Dari total itu, hanya sekitar 30 persen yang dibagi-bagi kepada penanam saham. Di sana, Pemprov DKI hanya memiliki 23 persen saham. Artinya, kata Sandi, Pemprov DKI hanya menerima penghasilan sekitar Rp 4 miliar per tahun.

Sementara, jika dijual, saham milik Pemprov DKI di perusahaan bir itu bisa terjual di angka Rp 800 milar hingga Rp 1 triliun. “Coba dari Rp 4 miliar ke Rp 1 triliun itu butuh berapa tahun? Sekitar 200 tahunan. Sementara kalau kita jual bisa menjadi sebuah jumlah yang signifikan, bisa sekitar Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun” ucap Sandi.

Hasil penjualan tersebut, lanjut Sandi bisa digunakan untuk kemaslahatan masyarakat Jakarta. Sebagai contoh, bisa digunakan untuk membuat transportasi yang lebih baik, atau berinvestasi di Ok O-Trip.

Sehingga, semua moda transportasi terintegrasi, mulai dari angkutan lingkungan, angkutan sedang, angkutan besar dan moda transportasi lainnya dengan ongkos Rp 5.000.

Selain itu, hasil penjualan saham bir juga bisa digunakan untuk penyertaan modal pemerintah di BUMD yang berpartisipasi di program rumah dengan DP 0 rupiah, yang jauh lebih bermanfaat. “Sekarang ini dengan keuntungan Rp 4 miliar tadi, yang ngerasain itu seperti garam di lautan. Gak ada yang merasakan warga masyarakat,” kata Sandi.