Home Berita Tim anies sandi “Ada Mobilisasi Massa” Jelang Pilgub Ke 2, Ini...

Tim anies sandi “Ada Mobilisasi Massa” Jelang Pilgub Ke 2, Ini Buktinya……

0
SHARE

Rakyat Jakarta –¬†Sekretaris tim pemenangan Anies-Sandi, Syarif, menduga ada mobilisasi massa pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 putaran kedua. Hal tersebut didasari dengan banyaknya data invalid yang dimasukkan ke dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Ada sekitar 153.804 data yang tidak valid. Saya sih menduga kalau ini besar terasa banget ada mobilisasi, di luar daerah ada mobilisasi,” ujar Syarif di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (7/4/2017) dini hari.

Ia membeberkan data invalid dengan nomor kartu keluarga (NKK) dan nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak sesuai itu terindikasi warga luar ibu kota yang sengaja dimasukkan sebagai pemilih di Pilgub DKI Jakarta.

Kendati demikian, Syarif masih mengapresiasi KPU DKI Jakarta yang sudah memverifikasi hasil temuannya, meski belum keseluruhan. Ia pun meminta KPU DKI Jakarta menelusuri hasil temuannya hingga selesai DPT Pilkada DKI Jakarta putaran kedua bersih dari pemilih siluman.

“Tapi, saya apresiasi KPUD. Dia berhasil mengoreksi dari 153.804 (data invalid) sudah 33.000 terklarifikasi. Sisa 120.000 (data invalid). Kita minta di-delete pemilih-pemilih yang invalid,” tutur Syarif.

Di lokasi yang sama, ketua KPU DKI Jakarta Sumarno membenarkan ada data invalid sebagaimana dilaporkan tim Anies-Sandi. Namun, data yang disodorkan itu tidak semuanya invalid.

“Jadi, tidak seluruhnya 153 ribu itu invalid. Ada perbedaan penafsiran juga, tapi memang ada juga yang betul. Misalnya ada data yang disampaikan ke kami menunjukkan NIK yang di luar DKI. Nah, kemudian itu didefinisikan itu invalid, padahal tidak seperti itu,” ungkap Sumarno.

Sekadar informasi, buntut dari temuan data invalid tersebut, Sumarno mengajak perwakilan masing-masing kandidat hadir kembali pada Jumat 7 April 2017 sore khusus membahas data invalid untuk ditandai agar tidak bisa mencoblos saat pemungutan suara mendatang.

(erh)