Home Berita Terbukti, Jokowi Bukan Cuma Dengar Bisikan Pembantunya

Terbukti, Jokowi Bukan Cuma Dengar Bisikan Pembantunya

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Di hari pertama Lebaran, Presiden Joko Widodo menerima tujuh orang pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) di Istana Merdeka.

Dalam pertemuan cukup panjang dan diselingi percakapan ramah itu, hadir Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir dan Wakilnya Zaitun Rasmin. Keduanya didampingi M. Kapitra Ampera, Yusuf Matra, Muhammad Lutfi Hakim, Habib Muchsin, dan Deni.

Sedangkan Presiden Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Wiranto.

Terkait pertemuan itu, Koordinator Forum Rakyat dan Komunitas Tionghoa Anti Korupsi, Lieus Sungkharisma, memuji sikap dan jiwa besar Presiden Jokowi. Jokowi telah menjungkirbalikkan prasangka buruk yang dialamatkan kepadanya selama ini.

“Jika melihat perkembangan pemberitaan di media massa, pertemuan ini terjadi di luar dugaan siapapun. Apa yang diduga banyak orang selama ini tentang sikap Presiden Jokowi terhadap GNPF-MUI ternyata salah,” ujar Lieus.

Apalagi, lanjut Lieus, seperti yang disampaikan Mensesneg Pratikno, pertemuan itu terbilang mendadak.

“Dia (presiden) justru menyediakan waktu khusus untuk bertemu Ustadz Bachtiar Nasib dan kawan-kawan. Ini luar biasa. Betul-betul surprise buat saya,” kata Lieus.

Pertemuan Presiden dengan para wakil ulama itu, menurut Lieus, telah menunjukkan bahwa Presiden Jokowi mau mendengarkan suara rakyat.

“Dengan pertemuan itu Presiden telah membuktikan bahwa ia bukan orang yang menutup diri. Beliau ternyata bersedia menerima masukan dari rakyat dan tidak hanya mau mendengarkan bisikan dari para pembantunya,” kata Lieus.

Ditambahkan Lieus, sejak lama secara pribadi ia sudah melontarkan harapan agar Presiden Jokowi mau mendengarkan aspirasi masyarakat dan tidak hanya mendengarkan saran dan bisikan dari para pembantunya. Khususnya dalam kaitannya membangun hubungan dengan umat Islam dan para ulama yang tergabung dalam GNPF-MUI.

“Semoga, setelah pertemuan ini, hubungan Presiden dengan umat Islam, khususnya dengan para ulama, bisa kembali terjalin dengan baik,” ucap Lieus.

Lieus pun berharap, pertemuan silaturahmi Presiden Jokowi dengan GNPF-MUI di hari Idul Fitri dapat menjadi langkah permulaan yang baik bagi tujuan rekonsiliasi seluruh elemen bangsa. [rm]