Home Berita Telusuri Anggaran Pihak Ketiga seperti Podomoro, KPK Akan Panggil Ahok

Telusuri Anggaran Pihak Ketiga seperti Podomoro, KPK Akan Panggil Ahok

0
SHARE

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mempelajari secara komprehensif seluruh pemberian anggaran pihak ketiga atau swasta kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari sisi hukum korupsi, sampai keuangan negara dianalisa oleh KPK.

Dalam rangka itu, sebelumnya pihak KPK sudah mengundang Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI, Soni Sumarsono. Namun, Soni bukanlah Kepala Daerah yang tahu persis tentang anggaran pihak ketiga.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjawab diplomatis saat ditanya apakah akan mengundang Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur DKI yang tahu persis tentang anggaran pihak ketiga, yang tak masuk APBD.

“Kami masih melakukan kajian itu. Tentu kalau ada narasumber-narasumber yang bisa kita undang, akan kita undang untuk berdiskusi,” kata Febri, saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (1/3).

Sebelumnya, disampaikan Febri, KPK memang curiga dengan anggaran dari pihak ketiga untuk Pemprov DKI ini. Ditambah, adanya laporan masyarakat yang valid masuk ke KPK. Berdasarkan data dan informasi itulah kemudian KPK melakukan analisa.

“Tentu saja kajian yang dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, dan informasi itu yang dianggap penting oleh KPK. Kajiannya bagaimana dari aspek hukum dan keuangan daerah,” paparnya.

Data yang didapat, ada beberapa perusahaan yang telah menggelontorkan uang ke Pemprov DKI, namun tak masuk dalam APBD. Beberapa perusahaan diantaranya ialah PT Agung Sedayu Grup dan PT Agung Podomoro Land.

Khusus PT Agung Podomoro sejatinya memiliki kontrak dengan Pemprov DKI sebesar Rp 392 miliar, untuk 13 proyek. Uang yang sudah digelontorkan PT Agung Podomoro Land senilai Rp 218 miliar.

Proyeknya pun berbagai macam, untuk pembangunan Rusunawa Daan Mogor dan ‘furniture’ dana yang sudah dikeluarkan Rp 86 miliar; normalisasi Kali Ciliwung Rp 16 miliar; normalisasi Kali Moookevart tahap 1 Rp 21 miliar; normalisasi Kali Tubagus Angke Rp 24 miliar; penertiban Kali Jodo Rp 6 miliar.

Pewarta : M Zachky Kusumo