Home Berita SUBHAANALLOH …. Walau Hidup Seadanya, Buruh Pasir Naik Haji

SUBHAANALLOH …. Walau Hidup Seadanya, Buruh Pasir Naik Haji

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Namanya Tarsudin. asal Banjarnegara, Jawa Tengah ini baru selesai bermunajat di Radhah saat bertemu penulis di pelataran Masjid Nabawi. Matanya tampak masih sembab, setelah melangitkan harapan di Taman Surga.

“Nama saya tarsudin, asal Banjarnegara Jawa Tengah. Ikut dalam kloter 1 embarkasi Solo yang tiba di Madinah Jumat malam,” kata pria 49 tahun ini mengenalkan dirinya, Minggu (30/01).

Harapannya untuk berangkat haji tidak pudar, meski dalam kehidupan keluarga yang pas-pasan. “Sehari hari, pekerjaan saya adalah muat pasir di sungai yang berjarak sekitar 1 km dari rumah,” tuturnya.

Hasil buruh muat pasirnya, dia manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, meski kadang cukup dan kadang tidak. Menurutnya, dari buruh pasir kadang dia mendapat 60ribu, tapi kadang juga hanya 20ribu. “Pendapatan sehari-hari kadang nyukupin untuk keluarga, kadang juga tidak,” tuturnya.

Tarsudin tidak menyerah. Selain menjadi buruh pasir, Tarsudin juga bertani dari lahan sewa pertahun. Habis subuh dia berangkat ke ladang hingga jam delapan. Setelah itu, sampai dhuhur di sungai sebagai buruh muat pasir. “Kadang habis duhur saya berangkat lagi ke ladang,” ucapnya.

Ladang sewaannya dia tanam cabai, tapi kadang juga singkong. Menurutnya, kalau sedang bagus, dalam setahun dia bisa lima belas kali petik pohon cabai. “Alhamdulillah dari hasil bertani bisa ditabung untuk mendaftar haji. Dari pertanian, bisa melunasi (biaya haji) juga,” ujarnya.

“Alhamdulillah cabai kemarin harganya baik. Dan semua itu juga karena Allah memang menghendaki saya berangkat haji. Alhamdulillah Allah memang benar-benar Welas Asih,” sambungnya haru.

Tarsudin mengaku gembira bisa bermunajat di Raudhah. Matanya berkaca saat ditanya soal harapan yang telah dilangitkan.

“Tadi berharap semoga ibadah haji saya diterima Allah. Saya menjadi haji yang mabrur. Semoga saya dan keluarga saya juga khusnul khatimah,” suaranya memberat dan matanya mendadak sembab.

Tasrudin mungkin hanya satu dari sekian banyak jemaah haji dengan latar belakang pekerjaan sejenis. Namun Allah telah memanggil siapapun yang Dia kehendaki. Meskipun mereka dianggap “tidak mampu” oleh sebagian manusia tapi mereka orang “kaya” di mata Allah. Hanya Allah yang mampu membalas perjuangan Tasrudin Banjarnegara dan Tasrudin-Tasrudin lainnya, mereka akan diangkat derajatnya oleh Allah.

Selamat menunaikan ibadah haji Tarsudin. Semoga mendapat haji mabrur! Amiin

Sumber : kemenag 

[gi]