Home Berita Soal Freeport Indonesia Berpeluang Menang di Arbitrase Internasional

Soal Freeport Indonesia Berpeluang Menang di Arbitrase Internasional

0
SHARE

GERTAKAN yang disampaikan oleh PT Freeport Indonesia (PT FI) yang akan memerkarakan sengketa bisnis pertambangannya di Papua melalui arbitrase internasional tidak membuat pemerintah Indonesia mundur dari sikapnya meluruskan bisnis pertambangan sesuai Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara.

Pakar Hukum Sumber Daya Alam dari Universitas Tarumanegara, Jakarta, Ahmad Redi menilai Indonesia punya peluang besar menang bila PT Freeport Indonesia melawan ke arbitrase internasional. Pemerintah, kata dia, bisa juga jadi pihak yang menggugat.

“Di dalam konteks Kontrak Karya (KK) itu diatur perusahaan memberikan divestasi saham 51 persen sejak 2011, tapi itu tidak dilakukan. Pasal 23 KK disebut dari waktu ke waktu harus mematuhi peraturan KK. Ini kekuatan bagi negara bukan hanya jadi pihak berperkara sebagai tergugat tapi menggugat,” kata Ahmad usai diskusi ‘Republik Freeport’ di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (25/2).

Peraturan yang kerap dilanggar PT FI termasuk tidak membangun smelter hingga hari ini, kata dia, juga bisa jadi poin penguat. Pemerintah ujarnya, juga bisa memasukan hal itu sebagai dalil.

Dia meyakini, dengan sejumlah hal yang selama ini dilanggar oleh PT FI, Indonesia punya kesempatan besar menang di arbitrase internasional.
“Kuat. Pasal 23 ayat 2 KK diatur dari waktu ke waktu perusahaan akan menaati peraturan UU Indonesia. Nah Freeport tidak menaati melanggar KK,” tambah dia.

Kalaupun Indonesia kalah nantinya hanya perlu mengizinkan PT FI ekplorasi konsentrat tanpa diolah di smelter. Tapi, bila Freeport kalah kerugian dia jauh lebih besar.

Terutama Freeport harus membayar kerugian karena tidak ekspor sejak berlakunya UU. “Tapi kerugian yang paling besar jatuhnya harga saham yang ada di AS bisa bangkrut,” imbuh dia.

Ahmad meminta pemerintah tidak khawatir bila diancam untuk mengajukan masalah ini ke arbitrase internasional. Dalam hukum, kata dia, hal itu biasa.

– See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/93933/soal-freeport-indonesia-berpeluang-menang-di-arbitrase-internasional/2017-02-25#sthash.IU4HYwNm.dpuf