Home Berita Sibuk Gusur Warga, 14 Proyek Tak Dikerjakan Ahok dengan Baik Bikin Jakarta...

Sibuk Gusur Warga, 14 Proyek Tak Dikerjakan Ahok dengan Baik Bikin Jakarta Terus Dilanda Banjir

0
SHARE

Banjir yang kerap melanda kawasan DKI Jakarta, ‎disebut-sebut karena ketidakmampuan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatasi persoalan banjir. Bahkan, beragam alasan kerap diungkapkan guna menutupi ketidakmampuannya tersebut.

Pengamat Politik Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendi Harahap,‎ menilai bahwa, Ahok kerap melontarkan beragam alasan fiksi guna menutupi ketidakmampuan dan kegagalannya dalam mengurus masalah banjir di DKI.

“Misalnya ada rob, ada sabotase, ada kerusakan mesin air, ada rumah di pinggir sungai, ada masyarakat buang sampah seenaknya, terakhir normalisasi kali ciliwung belum selesai,” ujarnya.

Bahkan, menurutnya Ahok berdalih atas adanya perubahan iklim global. “Alasan-alasan semacam ini tentu hanya berkilah, ngeles bahkan menutupi ketidakmampuan dan kegagalan diri sendiri,” terang dia.‎

Sesungguhnya, kata Muchtar, Ahok takkan bisa selesaikan masalah tersebut dikarenakan memang ia tidak melaksanakan secara konsekuen upaya yang telah dibuat dalam perencanaan.

Dari penelusuran, terdapat sejumlah proyek pembangunan terkait upaya dalam mengatasi persoalan banjir. Namun sayangnya, proyek pembangunan tersebut tak dilaksanakan, tak tepat waktu, bahkan mangkrak.

Proyek pembangunan yang dimaksud, adalah sebagai berikut,;

1. Proyek Sodetan Kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur

Proyek Sodetan kali Ciliwung-Kanal Banjir Timur mangkrak. Hal ini diakibatkan pembebasan lahan yang gagal dijalankan dengan baik sehingga dikalahkan pada PTUN .

2. Proyek Waduk Marunda

Proyek waduk marunda mangkrak. Padahal proyek tersebut sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi tetapi tidak kunjung beres. Bahkan warga menyebut tidak hanya mangkrak, proyek ini dapat disebut berhenti total.Pada APBD-P 2016, proyek termasuk proyek pembebasan lahannya akhirnya dicoret.

3. Proyek Waduk Brigif

Proyek Waduk Brigif mangkrak. Padahal proyek tersebut sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi tetapi tidak kunjung beres. Warga menyebut sudah sekitar empat bulan tidak ada aktivitas. Pada APBD-P 2016, proyek  termasuk proyek akhirnya dicoret.

4.  Proyek Waduk Jagakarsa

Proyek Waduk Jagakarsa mangkrak. Warga menyebut hampir setahun tidak ada aktivitas sehingga akhirnya ditanami pohon jati. Menurut keterangan Kepala Dinas terkait, proyek ini terkendala alat berat yang dimiliki. Alasan ini sebetulnya kurang masuk akal mengingat besarnya APBD DKI Jakarta.

5. Proyek Waduk di Pondok Ranggon

Proyek waduk di Pondok Ranggon mangkrak. Padahal proyek  sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi tetapi tidak kunjung beres. Ketua RT di Pondok Rangon menyebut sudah dua tahun tidak ada tanda-tanda kelanjutan pembangunan waduk. Pada APBD-P 2016, proyek tersebut termasuk proyek pembebasan lahannya akhirnya dicoret.

6. Proyek Waduk di Kampung Rambutan di Jakarta Timur

Proyek waduk di Kampung Rambutan di Jakarta Timur mangkrak. Padahal proyek tersebut sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi tetapi tidak kunjung beres. Hingga September 2016, proyek tersebut belum mencapai 50%. Lalu, berhenti lagi karena terkendala alat berat. Pada APBD-P 2016, proyek tersebut termasuk proyek yang pembebasan lahannya akhirnya dicoret.

7. Proyek Waduk Rawa Kendal

Proyek Waduk Rawa Kendal mangkrak. Padahal, proyek ini sudah ada sejak Jokowi dan sebenarnya ditargetkan selesai pada 2014. Pada 2015, sempat diberitakan proyek telah mangkrak selama setahun. Pada APBD-P 2016, proyek termasuk proyek akhirnya dicoret.

8. Proyek Waduk Rorotan

Proyek waduk rorotan mangkrak. Padahal proyek tersebut sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi tetapi tidak kunjung beres. Mangkraknya proyek ini tidak terlepas dari persoalan  melibatkan pihak pengembang, PT. Mitra Sindo Makmur.

9. Proyek Waduk Cengkareng

Proyek waduk ini sebenarnya berada di Kalideres, bukan Cengkareng. Proyek ini sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat Jokowi dan diberitakan termasuk waduk yang mangkrak.

10. Proyek Waduk Giri Kencana Cilangkap

Proyek waduk cilangkap ini mangkrak. Padahal proyek  sudah ada sejak Gubernur DKI dijabat oleh Jokowi tetapi tidak kunjung beres. Pada September 2015, diberitakan, sudah setahun mangkrak karena persoalan pembebasan lahan. Pada Juli 2016, juga diberitakan, pembangunan masih mangkrak hingga dimanfaatkan warga untuk memancing dan berdiri bangunan liar.

11. Proyek Waduk Cimanggis

Proyek waduk Cimanggis mangkrak. Mangkraknya proyek ini disebabkan hilangnya central processing unit (CPU) pengendali alat berat.

12. Proyek Revitalisasi Waduk Rawa Lindung

Proyek revitalisasi ini mangkrak. Padahal proyek ini sudah ada sejak Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta dan belum kunjung beres.Kondisi ini menyebabkan saat hujan membuat Jalan M Saidi Raya selebar enam meter menjadi kali dengan kedalaman hingga 40 cm.

13.Proyek Pintu Air Waduk Rawa Babon

Proyek pintu air waduk rawa babon mangkrak. Diberitakan bahwa warga mengeluhkan proyek pintu air  telah mangkrak selama tiga bulan dan membuat saat debit air waduk tinggi, air meluber hingga ke Jalan Raya PKP setinggi 30 cm. Parahnya, pada akhir Agustus 2016, terjadi longsor pada lokasi proyek.

14. Proyek SWRO

Proyek pembangunan Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) di delapan Pulau Pemukiman Kepulauan Seribu mangkrak . Hal ini karena Pihak kontraktor mengaku tidak dapat melanjutkan pekerjaannya karena masalah finansial. Kondisi ini tentu menunjukkan buruknya tata kelola pengadaan. PLT Gubernur DKI berencana akan menganggarkan kembali pada APBD 2017 dan melakukan pemilihan ulang kontraktor.

(Sammy)