Home Berita Semobil dengan Jokowi, PDIP Bantah Ahok ‘Dianakemaskan’

Semobil dengan Jokowi, PDIP Bantah Ahok ‘Dianakemaskan’

0
SHARE

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menegaskan Presiden Joko Widodo tetap netral dalam Pilkada DKI Jakarta. Penampilan Jokowi bersama Basuki Tjahaja Purnama saat meninjau proyek Simpang Susun Semanggi dan jalur MRT Kamis kemarin murni hubungan kerja antara presiden dan gubernur DKI Jakarta, yang dijabat kembali oleh Ahok setelah cuti kampanye Pilkada.

Demikian Hasto menanggapi kabar keberpihakan Presiden kepada calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pasca Jokowi dan Ahok ‘semobil’ saat mengecek pengerjaan proyek pembangunan simpang Semanggi.

Menurut Hasto, sudah lazim ketika Presiden memantau pembangunan di suatu daerah, didampingi oleh seorang Gubernur. Keakraban Jokowi dan Ahok juga terjalin karena keduanya pernah bekerja sama di DKI Jakarta tahun 2012 silam.

“Sehingga ada emosional bonding. Tapi Pak Presiden sudah katakan posisi beliau untuk selalu netral dalam setiap Pilkada,” kata Hasto di Balai Kota Jakarta, 24 Februari 2017.

Atas dasar itu, Hasto meminta tidak ada pihak yang memaknai kebersamaan Jokowi dan Ahok dalam program kerja pemerintahan sebagai kedekatan tertentu.

“Karena itu dilakukan Pak Presiden dalam posisi yang sama dengan gubernur lain. Mau bicara anak emas? Dilihat dari kunjungannya ke Papua itu luar biasa mendapat perhatian. Beliau 14 kali datang ke Papua sebagai presiden yang paling sering datang ke Papua,” ujarnya.

Hasto sendiri mengaku sengaja menyambangi Ahok di kantornya hanya untuk makan siang, dan tidak membicarakan agenda politik. “Ini kan Balai Kota, kantor seluruh warga Jakarta Ibu Kota, di sini boleh-boleh saja,” ucapnya.

Dikritik Fahri

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengkritik kebersamaan Presiden Jokowi dengan Gubernur Ahok saat meninjau proyek pembangunan simpang susun Semanggi, kemarin. Ahok diketahui sempat semobil dengan Presiden Jokowi Widodo saat meninjau perkembangan proyek tersebut.

Menurut Fahri, tak pantas Ahok tampil bersama-sama dengan Jokowi, karena sedang berstatus terdakwa kasus penodaan agama. Kasusnya masih disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

“Orang sudah jadi terdakwa bicara sama Presiden, masuk mobil Presiden. Dan Presiden seperti enggak melihat apa-apa,” kata Fahri di Gedung DPR, Jumat 24 Februari 2017.

Lebih lanjut, Fahri menilai Presiden Jokowi juga seharusnya memperhatikan itu. Jokowi bisa menghancurkan wibawa kepresidenannya sendiri dengan peristiwa itu.

“Presiden ngajak dia naik ke mobil dinas Presiden, bener enggak itu? Itu kan enggak bener juga,” lanjut dia. (ren)

KOMENTARI ARTIK