Home Berita Sebelum Ditangkap, Panglima FSI Sempat Disemprot Sri Bintang

Sebelum Ditangkap, Panglima FSI Sempat Disemprot Sri Bintang

0
SHARE

Raut wajah Sri Bintang (SBP) terlihat gusar, saat memberi sambutan di Rumah Kedaulatan Rakyat 49 (RKR-49), Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (30/3) siang.

 

Padahal, di lokasi yang sama, SBP begitu antusias dan bersemangat di acara penyambutan kembalinya aktivis 98 itu ke RKR-49, Kamis (21/3) lalu.

Dalam sambutannya, SBP menyoroti kemunculan Forum Syuhada Indonesia (FSI) yang disinyalir merupakan lembaga bentukan Luhut Binsar Panjaitan (LBP).

“Saya tidak menuduh Forum Syuhada (FSI) itu penyusup. Ada yang bilang bikinan Luhut Panjaitan. Kalau memang nyusup, berarti Anda senang dengan perpecahan Islam. Yang mengaku Islam, jangan semakin merusak republik ini,” semprot SBP di depan Panglima FSI Diko Nugraha.

Menurut aktivis senior berusia 71 tahun itu, dirinya kerap menemukan penyusup berkedok Islam, sejak rezim-rezim sebelumnya. Termasuk di rezim Presiden Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sehingga, dirinya mewanti-wanti FSI agar tidak mencoba hal tersebut.

“Saya tidak mengatakan saat ini saja. Zaman Soeharto, Habibie, Megawati, SBY, juga begitu. Banyak (lembaga atau organisasi yang mengatasnamakan Islam,” ungkap aktivis kelahiran Tulungagung, Jawa Timur itu.

Selain itu, aktivitas di RKR-49 tidak bermaksud untuk menggusur pemerintahan di bawah rezim manapun. Apalagi rezim Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Notabenenya, terdapat sosok LBP yang tengah dikaitkan dengan kemunculan FSI.

“Sejak tahun 2003 kita di sini (RKR-49), tidak bermaksud menggusur (Presiden) Jokowi. Tapi, menggusur semua yang bermaksud jahat terhadap masyarakat. Mereka (pemimpin) dipilih untuk memperbaiki kehidupan kita,” demikian SBP.

Saat ini, Diko diamankan polisi terkait dugaan pemufakatan makar bersama tiga aktivis lainnya. Yaitu, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) sekaligus koordinator Aksi Bela Islam 313, Muhammad Al Khaththath.

Termasuk juga Wakil Koordinator Aksi 313 Irwansyah, Presiden ASEAN Muslim Students Association 2016-17, Zainudin Arsyad. Sementara satu aktivis lainnya yang berstatus anggota FSI, atas nama Andry, masih dalam pengejaran petugas.

Sementara itu, terkait dugaan keterlibatan LBP dengan lembaganya, Diko sendiri telah menjawab dan mengklarifikasi isu tersebut. Isu yang dianggap fitnah keji serta adu domba untuk memecah belah gerakan umat Islam dan mahasiswa.

Berikut bantahan dan klarifikasi resmi dari Diko lewat siaran persnya, kemarin:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Forum Syuhada Indonesia adalah organisasi independen dan tidak memiliki keterkaitan serta hubungan dengan partai politik manapun, apalagi dengan LBP sebagaimana FITNAH KEJI yang saat ini tersebar di MEDSOS.

FSI dibentuk dan didirikan oleh 17 (tujuh belas) ormas pemuda Islam berbasis laskar, yang diantaranya adalah “Gerakan Pemuda Islam (GPI),
Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), Laskar Muda Bugis Makassar (LMBM), Pengurus Besar Ikatan Putra-Putri Al-Wasliyah, Ikatan Sarjana Al-Wasliyah, Perisai Syarikat Islam, Gerakan Perubahan Indonesia, Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI 1992) dll”.

Bahwa dalam AKSI BELA PRIBUMI 313 yang akan dilaksanakan oleh Forum Syuhada Indonesia di gedung DPR/MPR RI, Alhamdulillah saat ini telah ada beberapa ormas yang menyatakan siap bergabung, diantaranya adalah “Laskar Betawi, Forum Betawi Bersatu (FBB), dan juga Kelompok Gerakan Mahasiswa”.

Oleh sebab itu, walaupun ada operasi
intelijen maupun fitnah keji terhadap FSI untuk menggembosi Gerakan Aksi Bela Pribumi tersebut, akan tetapi FSI tetap pada komitmen dan pendiriannya untuk mengepung gedung DPR/MPR RI dengan tiga tuntutan rakyat (TRITURA), yaitu “Kembali Kepada UUD 1945
Asli, Usir China dan PKI dari NKRI, dan Tegakkan Al-Maidah 51”.

Isu dan fitnah bahwa FSI adalah buatan atau bentukan serta didanai oleh LBP adalah isu murahan yang sengaja dihembuskan oleh PENGUASA melalui operasi intelijen, karena Penguasa saat ini lagi PARANOID dan dihantui rasa ketakutan serta tidak merasa nyaman
duduk di kursi kekuasaannya.

Isu murahan tersebut sengaja dibuat untuk memecah belah dan mengadu domba ghiroh gerakan ummat Islam. agar sesama ummat Islam saling memfitnah dan saling mencurigai, bagaimana mungkin FSI dituduh selalu membuat CEOS, sedangkan mulai FSI didirikan dan selalu ikut dalam Aksi Bela Islam (ABI). FSI belum pernah sekalipunmelakukanChaos ataupun bentrok baik dengan aparat atau kelompok manapun.

Untuk itu kami Forum Syuhada Indonesia menghimbau kepada seluruh UMMAT ISLAM dan MAHASISWA untuk rapatkan shaf dan barisan, jangan mau diadu domba dan saling fitnah serta terprovokasi dengan isu-isu murahan, tetap pada komitmen perjuangan bersama demi kemaslahatan ummat dan kaum PRIBUMI serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Mari kita kepung ISTANA dengan komando FUI dan kepung gedung DPR/MPR RI dengan komando FSI dan Mahasiswa.

Demikian Jawaban klarifikasi atas fitnah keji terhadap Forum Syuhada Indonesia yang tersebar di media social, somoga dengan adanya jawaban dan klarifikasi ini tidak ada saling fitnah dan saling mencurigai antar gerakan Ummat Islam yang memiliki tujuan yang sama, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 30 Maret 2017
FORUM SYUHADA INDONESIA

Diko Nugraha, Panglima FSI