Home Berita Saran Orang Ini Agar Presiden Jokowi Lakukan Tes DNA anak Tokoh PKI...

Saran Orang Ini Agar Presiden Jokowi Lakukan Tes DNA anak Tokoh PKI Jadi Viral

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Menjadi orang nomor satu di Indonesia membuat Presiden Joko Widodo tak bisa lepas dari berbagai macam pro dan kontra.

Banyak yang mendukung program pembangunan yang dilakukannya selama ini.

Begitu juga mereka yang seolah terus menemukan titik celah sebagai pintu masuk isu-isu negatif yang berkembang.

Salah satu yang kerap menjadi perbincangan hangat netizen di media sosial adalah soal dekatnya hubungan kerja sama Indonesia dan China yang bagi beberapa orang dimaknai berbeda.

Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping
Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping (Immanuel Nicholas Manafe)

Bahkan ada yang menuding Jokowi sebagai antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Isu itupun sempat membuat Jokowi jengkel jelang Pemilihan Presiden 2014 lalu.

Dengan tegas isu itu ditepisnya dan menyebutnya sebagai penghinaan besar.

“Ini penghinaan besar bagi saya pribadi, masuk ke orang tua dan keluarga juga,” ujar Jokowi di Holiday Inn, Bandung, Jawa Barat, Kamis (3/7/2014).

Jokowi mengatakan, dirinya selama ini sudah merasa sabar dengan banyaknya tudingan dan fitnah yang merebak jelang Pemilihan Presiden tahun 2014.

“Sebenarnya kami kurang sabar apa sih? Kurang sabar apa? Sejak awal pertama kita diamkan, malah lama-lama menuduh PKI,” kata Jokowi.

Isu itu nyatanya hingga kini masih ada yang membahasnya.

Bahkan baru-baru ini seorang netizen meminta Presiden Jokowi melakukan satu pembuktian dengan melakukan tes DNA.

“Timbul Fitnah jika tk ada Bukti, maka kalo Pak @jokowi tdk ingin ada lagi Opini Bhw anda Adalah PKI, Tes DNA lah. Anda Gentle jika berani !” tulisnya.

 

Sontak saja cuitan itupun memicu komentar pengguna twitter.

Para netizen pun menanyakan cuitan yang dinilai aneh itu hingga menuliskan komentar bernada sindiran.

Banyak pula dari mereka yang ngakak karena gagal paham dengan maksud cuitan itu.

Seolah mereka ‘pasrah’ tak sanggup lagi menuliskan komentar yang paling pas untuk menanggapinya.

Berikut beberapa komentar netizen:

Ni anak bio nya keliatannya org yg berpendidikan..tp kok pemikirannya begini amat ya? Sejak kapan sebuah aloran bisa kaitkan dgn test DNA

@MAHENDRA_GNW @jokowi Apa hubungan pki dgn DNA yaa mas? Lulus SMP tdk yaa? Padahal pelajaran Biologi SMP nih

Perkataan mas ini membuktikan istilah pintar itu terbatas dan kebodohan itu tak terbatas. Gila masih mending loh drpd bodoh kaya gini.

ya Allah sungguh berat tugas mentri pendidikan 

Sumpah ga brenti ngakak thank u @MAHENDRA_GNW aselik km lucu bgt. #standingapplause

Presiden Joko Widodo menegaskan, konstitusi menjamin hak berserikat dan berkumpul. Namun jika ada yang melawan konstitusi akan “digebuk”.

Melansir Kompas.com, Presiden menegaskan, organisasi yang jelas-jelas bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI tak bisa dibiarkan.

Pemerintah, kata Jokowi, tidak bakal ragu menindak organisasi-organisasi tersebut.

Presiden Joko Widodo mendapatkan penjelasan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat bertemu 1.500 prajurit TNI di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017).
Presiden Joko Widodo mendapatkan penjelasan dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat bertemu 1.500 prajurit TNI di Aula Kartika, Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5/2017). (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

“Saya dilantik jadi Presiden yang saya pegang konstitusi, kehendak rakyat. Bukan yang lain-lain. Misalnya PKI nongol, gebuk saja. TAP MPR jelas soal larangan itu,” ujar Jokowi saat bersilaturahmi dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5/2017).

Jokowi menyebut, langkah menggebuk mereka yang melawan konstitusi merupakan bagian dari penegakan hukum.

“Indonesia adalah negara demokrasi sekaligus negara hukum. Kalau ada keluar dari koridor itu, yang pas istilahnya ya digebuk,” ujarnya.

Soal istilah digebuk yang pernah digunakan Presiden Soeharto di akhir masa jabatannya, sengaja dipilih Jokowi untuk menunjukkan ketegasan pemerintah dan negara.

“Kalau dijewer, nanti dikatakan Presiden tidak tegas,” ujarnya sambil tersenyum.

Meskipun demikian, ketegasan itu diletakkan dalam nilai moral, etika dan keadaban bangsa Indonesia.

Di lapangan, Presiden minta Kepala Polri untuk tegas bertindak.

“Jika ada bukti dan fakta, lakukan penegakan hukum. Jangan pakai hitung-hitungan lain selain penegakan hukum,” ujar Jokowi.(*)