Home Berita Rohis Diawasi? Tokoh dan Masyarakat Bicara

Rohis Diawasi? Tokoh dan Masyarakat Bicara

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, membuat pernyataan yang mengindikasikan bahwa kegiatan organisasi Rohani Islam (Rohis) diminta untuk diawasi. Pernyataan tersebut kemudian direspon oleh beberapa tokoh dan netizen.

Salah satu yang menanggapi pernyataan “Rohis Diawasi” adalah Din Syamsuddin, mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengatakan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin seharusnya tidak mengesampingkan peran rohaniawan Islam di sekolah.

Din Syamsuddin

“Seharusnya Menag berterima kasih kepada para rohis di sekolah-sekolah yang selama ini berjasa dalam ikut membina kerohanian siswa,” kata Din lewat keterangan tertulisnya, Ahad (9/7)

Din menilai pernyataan Menag yang meminta rohis diawasi tidak mendidik. Rohis di sekolah-sekolah tingkat menengah berjasa dalam membina pemahaman keagamaan siswa sekaligus membentuk akhlak generasi muda. Apabila terdapat rohis yang tidak atau belum benar, Din meminta agar Kemenag membinanya. Menurut dia, melakukan generalisasi sesuatu merupakan sesuatu yang berbahaya.

Maka, dia berharap Kemenag untuk membantu pembinaan kerohanian di sekolah-sekolah umum maupun sekolah agama swasta. Dengan begitu, Din mengatakan tidak perlu ada tindakan represif terhadap rohis yang berujung pada hal yang tidak edukatif.

Lalu, terkait adanya pemberitaan yang beredar di media tentang pernyataan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin yang meminta agar ekstra kulikuler Rohis (Rohani Islam) di sekolah-sekolah diawasi, cukup membuat kaget Wakil ketua Komisi VIII DPR RI, Iskan Qolba Lubis. Menurut Iskan, jika isu yang beredar itu benar, maka amat disayangkan dan membuat kaget. Mengingat selama ini keberadaan Rohis di sekolah-sekolah memberikan dampak postif bagi para siswa yang mengikuti kegiatan rohis.

“Saya kaget, jika benar pemerintah mau mencurigai Rohis, mengingat selama ini citra anak-anak Rohis dikenal  menjunjung kesalihan dan akhlak yang baik di sekolah,” kata Iskan, Ahad (9/7).

Iskan Qolba Lubis

Anggota legislatif itu menambahkan, alangkah baiknya keberadaan Rohis di sekolah-sekolah mendapatkan dukungan optimal dari pemerintah dalam hal ini kementerian agama.

“Keberadaan Rohis telah banyak membentengi para siswa-siswi di sekolah-sekolah dari berbagai pengaruh negatif pergaulan, seperti narkoba, seks bebas, LGBT, dan sebagainya,” katanya lagi.

Menurut Iskan, di era demokratisasi sekarang ini tidak layak jika pemerintah dalam hal ini kementerian agama bertindak sebagai penafsir tunggal kebenaran. Apalagi bisa disalahgunakan untuk membungkam suara-suara kritis terhadap pemerintah.

Selain dua tokoh tersebut, banyak pula masyarakat yang menyayangkan pernyatan Menag tentang Rohis. Mereka menuliskan pengalaman diri mereka sebagai alumni rohis. Bahkan mereka juga menceritakan kegiatan-kegiatan rohis yang diikuti oleh anak-anaknya di sekolah.Berikut ini cerita dari seorang ibu, Fifi Proklawati Jubilea Jubilea yang menceritakan anak-anaknya yang merupakan anak-anak rohis. Fifi menuliskan ceritanya pada akun facebooknya. Inilah cerita Fifi:

Ketiganya anak Rohis, yang satu Rohis di Canada, satunya Rohis di Australia, satunya Rohis di Bogor . Datang ke rumah cium tangan, emaknya atau tantenya sibuk, mereka sigap membantu, waktu sholat pada turun ke bawah cari mushola, subuhan ke masjid, anak lain dapat ampaw , anak anak ini gak minta ampaw, bahkan ketika ada ampaw tersisa mereka simpan di laci, akupun gak ingat untuk beri mereka barang satu amplop, dan mereka gak nagih sedikitpun, mereka gak tawuran, gak narkoba, gak merokok, gak pacaran gila gilaan, rambut juga gakdi punk, juga gak ikut geng motor, mereka juga setiap hari baca Alqur’an n walau hidup di Metropolitan , sendiri di negeri Barat, tetap rajin ikut pengajian, masih ngafal Alqur’an , taat orgtua , sopan n nurut ~ lalu yang kaya gini mesti di awasi dengan seakan membuat Rohis ditakuti? Saya juga mantan anak Rohis , BKI – FE, Trisakti, bahkan sempat jadi Ketua Keputrian Rohis,ketemu suami yang rajin sholat dan sayang kluarga juga ex anak Rohis , anak anak saya dan ponakan juga di Rohis . Rohis mau di awasi ? Apanya? Kok anak baik baik di awasi ?? HOW CAN YOU DO THAT ?? ~ really, gak habis pikir *%?!

Ketiga anak Fifi Proklawati Jubilea yang merupakan anak-anak Rohis

Kemudian, Fauziah Ifo Rasad, yang merupakan peneliti di Komnas Ham, menulis di akun facebooknya tentang rohis, yaitu:

Kakak-kakak dan teman-teman Rohis baeek hatinya, sampai sekarang jadi saudara sehati, #brotherhood #sisterhood until jannah insyaAllah. Belajar bersama, bukan sekedar belajar agama, tapi juga pelajaran sekolah sehari-hari, sukses bersama menembus PTN dengan fakultas yang dicita-citakan. Bertumbuh berkembang bersama menjadi pribadi yang matang, tidak gampang galau, dan tidak butuh dikonfimasi demi eksistensi. Dipercaya sama orangtua.. bahwa ananda tidak akan lakukan hal-hal yang tidak baik untuk diri sendiri, keluarga, apalagi agama. Bahkan saat (saya) memilih jodoh, orangtua percaya dengan pilihan saya, yang merupakan anak rohis juga. #rohis #rohaniislam.

Selain itu ada juga yang meposting foto dengan kenangan mereka sebagai anak rohis saat mereka sekolah. Foto-foto tersebut bisa dilihat berikut ini. [nglm]