Home Berita Rencana Anies tentang Peningkatan Pipanisasi PAM di Jakarta

Rencana Anies tentang Peningkatan Pipanisasi PAM di Jakarta

0
SHARE
Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan, melakukan "wefie" dengan warga saat berkunjung ke RW 04 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (8/11/2016).

JAKARTA, RakyatJakarta.com – Calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada DKI 2017, Anies Baswedan, ingin meningkatkan layanan air bersih dengan menambah jangkauan pipanisasi PAM dua kali lipat dari yang sekarang. Hal itu dia sampaikan saat berkunjung ke permukiman warga di RW 04, Kelurahan Tugu Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (8/11/2016).

“Kami akan meningkatkan dua kali lipat jangkauan pipanisasi PAM dalam waktu lima tahun, dan kami akan prioritaskan untuk kampung-kampung sosio-ekonomi lemah, terutama rumah-rumah berukuran di bawah 150 meter persegi,” kata Anies kepada wartawan.

Anies menambahkan, khusus untuk warga yang menempati rumah dengan ukuran lebih kecil lagi, yakni di bawah 70 meter persegi, akan diberi subsidi untuk pembayaran air. Dia menyebutkan, subsidi yang diberikan pemerintah mencapai 80 persen dari total biaya pemakaian air bersih, sehingga warga cukup membayar 20 persennya saja.

“Biaya yang dikeluarkan untuk ini sudah dihitung, jauh lebih murah menyelenggarakan air bersih dibandingkan bila timbul masalah kesehatan gara-gara air yang tidak bersih. Jadi justru subsidinya diberikan supaya hidup sehat,” tutur Anies.

Untuk mendukung program itu, Anies akan membentuk tenaga medis keliling yang bertugas memantau kondisi kesehatan warga di tiap wilayah.

Soal biaya pemakaian air yang berbeda-beda di tiap rumah, Anies menyebut sudah ada perkiraan rata-rata pemakaian volume air di tiap rumah di Jakarta. Namun, angka pastinya belum bisa diberikan sekarang karena belum memegang data terkait itu dari timnya.

“Insya Allah, ini bisa dilakukan, dan akan dimulai dari daerah-daerah pesisir yang selama ini kesulitan mengakses air bersih. Apalagi kendala pipanisasi selama ini adalah harganya yang tak terjangkau,” kata Anies.