Home Berita Relawan Jokowi: Ancaman Partai Cak Imin Ke Jokowi Kekanak-kanakan

Relawan Jokowi: Ancaman Partai Cak Imin Ke Jokowi Kekanak-kanakan

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Ancaman PKB untuk menarik dukungan kepada Jokowi di 2019, jika kebijakan lima hari sekolah tetap diterapkan Kemendikbud dinilai sebagai sikap yang kekanak-kanakan.

Koordinator Koalisi Relawan Bicara Jokowi-JK Amirullah Hidayat mengaku kecewa sekaligus mengecam sikap main ancam yang ditunjukkan partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu.

“Kami, selaku Relawan Jokowi menilai bahwa Muhaimin sebagai ketua umum PKB merasa sudah jumawa sehingga bisa main ancam terhadap presiden. Ini Kekanak-kanakan,” tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (9/8).

Amirullah menilai bahwa PKB merupakan partai pendukung yang paling banyak menikmati kekuasaan. Ini terlihat dari jumlah menteri yang dipercayakan Presiden Jokowi kepada PKB.

“Jadi jangan seolah-olah PKB tidak mendapatkan apa-apa di pemerintahan. Kita mau Cak Imin cs segera membuat pernyataan maaf kepada presiden dan masyarakat sikapnya yang congkak itu,” harapnya.

Jika Cak Imin tidak segera meminta maaf, maka dikhawatirkan akan menimbulkan efek domino budaya main ancam di dalam perpolitikan tanah air.

“Kalau Cak Imin tidak meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan rakyat Indonesia, maka kita meminta presiden untuk mencopot semua menteri yang berasal dari PKB. Kami pastikan tanpa PKB, Jokowi akan tetap terpilih kembali di 2019,” pungkasnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) secara konsisten menyerukan penolakan terhadap kebijakan lima hari sekolah yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. PKB berdalih bahwa sekolah lima hari berpotensi mematikan pendidikan berbasis kerakyatan seperti Madrasah Diniyah.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Maman Imanulhaq bahkan sempat mengeluarkan ancaman mencabut dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019.

“Jangan sampai teriakan kita dianggap teriakan biasa, ini teriakan serius, penolakan ini akan kita rumuskan dan disampaikan ke DPR RI. Kalau tidak ditanggapi Presiden, maka dapat kita katakan Jokowi sudah tidak berpihak kepada masyarakat diniyah, Jokowi menipu umat Islam, Jokowi tidak perlu kita pertahankan di 2019,” kata Maman Imanulhaq.
[rmol]