Home Berita PSI: Klinik Apung Said Tuhuleley Bukti Muhammadiyah Terus Berinovasi

PSI: Klinik Apung Said Tuhuleley Bukti Muhammadiyah Terus Berinovasi

0
SHARE

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengapresiasi peluncuran Klinik Apung Said Tuhuleley. Keberadaan klinik apung berbasis kapal yacht dengan diameter 15,5 meter x 3,5 meter x 5 meter berbahan dasar fiberglass dengan berat 8 ton bukti kepedulian Muhammadiyah.

Karena Klinik Apung Said Tuhuleley ini akan memfasilitasi masyarakat di kepulauan Maluku dalam layanan kesehatan khususnya di kawasan 3 T yaitu terdepan, terluar dan tertinggal.

“Klinik Apung Said Tuhuleley merupakan persembahan dari Muhammadiyah yang luar biasa, berusaha menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses kesehatan dan pendidikan khususnya Kawasan Timur Indonesia yang sering terkendala karena faktor geografis,” jelas Wasekjen DPP PSI Danik Eka Rahmaningtiyas (Jumat, 24/2).

Operasionalisasi Klinik Apung tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo usai Kepala Negara tersebut membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Ambon, Maluku, tadi pagi. Nama Said Tuhulele sendiri diambil dari Tokoh Muhammadiyah yang memiliki dedikasi tinggi terhadap aktivitas Pemberdayaan Masyarakat.

“Ke depannya diharapkan program semacam ini mampu bersinergi dengan Pemerintah, agar spirit poros maritim benar-benar mampu mendorong pemerataan akses serta distribusi hak warga Negara,” sambung mantan Ketua Umum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini.

Lebih jauh dia menjelaskan peluncuran Klinik Apung Said Tuhuleley tersebut semakin menunjukkan Muhammadiyah keberpihakan Muhammadiyah. Karena sudah ribuan amal usaha milik Muhammadiyah yang bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, tersebar di seluruh pelosok Negeri.

Namun, usia yang sudah matang, bagi ormas yang lahir pada tahun 1912 ini menuntut harus memiliki inovasi-inovasi gerakan yang semakin membumi. Hal itu dibuktikan dengan peluncuran Klinik Apung tersebut.

“Problem bangsa kita bukanlah tanggung jawab satu-dua stakeholder saja. Muhammadiyah menyadari itu, sehingga tidak pernah absen dalam mengambil peran-peran strategis kebangsaan,” tandasnya.

Dia berharap Tanwir Muhammadiyah mampu melahirkan kebijakan yang mendorong perbaikan bagi umat dan bangsa.