Home Berita Polri, STOP By The Press Dan Main Pilkada!

Polri, STOP By The Press Dan Main Pilkada!

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Penangkapan Sekjen Forum Ulama Islam (FUI) yang juga penanggung jawab aksi Bela Islam 313, KH. Muhammad Al Khaththath dan mahasiswa dengan tuduhan makar dinilai sangat mengada-ada

Bahkan polisi terkesan melakukan trial by the press dan sengaja bermain Pilkada atas penangkapan orang-orang tersebut.

Martimus Amin mengatakan, indikator ini jelas terlihat. Pertama, kata dia, dengan mendahului proses pembuktian pengadilan, polisi telah mengumbar sejumlah tuduhannya melalui media massa bahwa KH Al Khaththath dkk mau revolusi, setelah Pilkada akan menggulingkan Presiden Jokowi. Selain itu tuduhan massa aksi 313 akan menyerbu DPR dan masuk ke dalam melalui gorong-gorong kemudian melewati pintu belakang. Juga soal tuduhan Al Khaththath butuh dana Rp 3 miliar untuk menggulingkan Jokowi.

Semua tuduhan ini, menurut dia, tujuannya tak lain untuk mendukung pembenaran adanya upaya makar oleh Al Khaththath dkk. Padahal jelas konstitusi menjamin kebebasan berkumpul dan berpendapat seperti dilakukan para ulama dan aktivis aksi 313.

“Makar adalah perbuatan pemberontakan dengan mengangkat senjata. Beda subtansinya dengan unjuk rasa,” tegas pengamat politik hukum dari The Indonesian Reform tersebut kepada Kantor Berita Politik RMOL, pagi ini (Selasa, 4/4).

Kedua, lanjut Amin, mahasiswa yang dicokok adalah aktivis Muhammadiyah. Salah satunya Zaenudin Arsyad yang notabene bekas ketua BEM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Beberapa orang yang lain seperti Beni Pramula, mantan ketum IMM setelah ditangkap telah dilepaskan.

Dengan melakukan penangkapan ini, ia menilai polisi seolah ingin mengesankan pihak yang anti Jokowi-Ahok adalah Muhamadiyyah dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Polisi seperti ingin membangkitkan politik aliran dan mengadu akar rumput Islam tradisional dan modern terus berseberangan. Sebagaimana isu Salafi Wahabi yang dihembuskan sebagai pendukung kandidat tertentu.

“Padahal, sejak aksi bela Islam semua sekat mazhab sudah pudar. Pokok perjuangan hanya soal penegakkan Ayat Al Maidah 51: jangan pilih pemimpin kafir, penjarakan penista agama,” tukas Amin.[wid]