Home Berita Polisi Pembunuh Siyono Dimutasi, BNPT Anggap Kasus Selesai???????

Polisi Pembunuh Siyono Dimutasi, BNPT Anggap Kasus Selesai???????

0
SHARE

KIBLAT.NET, Depok – Staf Ahli Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Sri Yunanto menyatakan bahwa penindakan aparat penegak hukum terhadap Almarhum Siyono, terduga teroris yang meninggal dunia di tangan Densus 88 di luar persidangan, membuktikan satu contoh kasus penanganan terorisme yang tidak sempurna.

“Tindakan represif memang tidak bisa dilepaskan dari penanganan terorisme, dan ada tindakan aparat sangat tergantung dengan kondisi di lapangan, dan tindakan Polri terhadap Kasus Siyono itu termasuk yang tidak sempurna,” ujarnya di sela-sela bedah buku berjudul ‘Ancaman dan Strategi Penanggulangan Terorisme di Dunia dan Indonesia’ di Kampus Universitas Indonesia, Depok, Selasa (07/03).

Ia juga mengatakan bahwa upaya mencari kebenaran terhadap Siyono, sebagaimana yang telah dilakukan Busyro Muqoddas dengan Muhammadiyah-nya sudah baik dan sah-sah saja dilakukan karena Indonesia adalah negara hukum.

“Apa yang dilakukan Busyro itu ya lakukan saja, jalan saja karena prinsip-prinsip penegakan hukum dan terorisme itu berdasar juga pada asas Hak Asasi Manusia,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan, jika memang Polri dinilai melanggar HAM, maka bisa dilakukan upaya hukum seperti gugatan, maupun praperadilan. Untuk kasus Siyono, menurutnya sudah selesai dengan adanya pelaku yang dimutasi meskipun tidak sampai dipenjara.

“Untuk kasus Siyono, kan Polri sudah melakukan sesuatu, dan yang menangani Siyono kan sudah dihukum, memang nggak dipenjara, tapi kena sanksi dan dipindahkan,” tutupnya.

BACA JUGA  Ini 4 Catatan Penting Komnas HAM Pasca 1 Tahun Kematian Siyono

Diketahui, Siyono warga desa Brengkungan, Cawas, Klaten ditangkap Densus 88 dalam kondisi sehat atas dugaan terkait terorisme. Namun, tak lama kemudian dia dipulangkan dalam kondisi tak bernyawa. Hasil autopsi yang dilakukan tim independen Komnas HAM dan Muhammadiyah menyebutkan, Siyono meninggal karena sejumlah patah tulang di bagian dada yang menyebabkan pendarahan di jantung.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy