Home Berita PKB Disarankan Pilih Paslon dengan Risiko Paling Minimal

PKB Disarankan Pilih Paslon dengan Risiko Paling Minimal

0
SHARE

PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai anak kandung organisasi NU harus terlibat dalam Pilkada DKI putaran kedua. Namun, keberpihakan PKB selayaknya mempertimbangkan risiko paling menimalis.

Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hanief Saha Ghafur dalam diskusi bertema “Ahok atau Anies?” yang digelar Dewan Koordinasi Nasional (DKN) Garda Bangsa di Jakarta, Jumat (24/2).

Menurut Hanief, PKB harus cerdas mengkritisi apa yang dilakukan oleh pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat selama ini, baik dari sisi kebijakan, perilaku maupun prestasinya. Begitu juga dalam melihat pasangan nomor tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

“Secara partai PKB harus bersikap dan mencari risiko atau mudharat yang mana yang lebih kecil,” ucapnya.

Diskusi itu sendiri digelar oleh Garda Bangsa untuk membantu PKB dalam menentukan pilihan pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

“Kita sengaja menggelar diskusi dengan tema ‘Ahok atau Anies?’ ini untuk memberi masukan bagi PKB dalam menentukan pilihan,” kata Ketua Umum Garda Bangsa Cucun A Syamsurijal.

Sekretaris Fraksi PKB DPR itu berharap masukan tersebut dapat diterima berbagai kalangan PKB, baik itu kader, simpatisan maupun konstituen.

“Tentunya PKB tetap harus mendahulukan aspek ‘darul mafasid muqaddamun ala al jalbil masholih’. Artinya, mendengarkan masukan dari semua kalangan,” kata Cucun.

Menyinggung soal Ahok, Rumadi Ahmad dari Lakpesdam NU menuturkan, beberapa poin prespektif partai politik dalam memilih pemimpin nonmuslim tidak terlalu penting.

“Partai yang Islam banget juga banyak berpasangan dengan calon yang nonmuslim. Saat ini itu sudah biasa,” tuturnya.

Menurut dia, sebenarnya, sikap PKB lebih ringan karena tidak ada beban ideologi keagamaan dalam partai ini. “Kalau memang mau memilih maka silakan pilih yang lebih bermanfaat bagi partai,” ucapnya.