Home Berita “Petahana” Disebut Paling Banyak Lakukan Kampanye Hitam

“Petahana” Disebut Paling Banyak Lakukan Kampanye Hitam

0
SHARE
Rakyat Jakarta –¬†Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) disebut kerap melakukan kampanye negatif (black campaign) dalam putaran dua Pilkada DKI Jakarta.
Politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mencontohkan, salah satunya seperti serangan surat syariah kepada pasangan rival Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi).

“Ini kan tinggal dua paslon, jadi kalau di antara dua calon saling menyerang itu sudah ketahuan siapa yang diserang siapa yang menyerang. Jadi, kalau yang diserang paslon tiga berarti yang melakukan paslon dua,” bebernya dalam diskusi bertajuk ‘Adu Program VS Kampanye Hitam’ di Cikini, Jakarta (Sabtu, 1/4).

Menurutnya, contoh lain adalah laporan ke polisi terhadap Anies Baswedan soal penyelenggaraan pameran buku di Frankfurt, Jerman saat masih menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan.

Doli meyakini, pada putaran pertama Pilkada DKI, kubu Ahok-Djarot juga melakukan black campaign dengan menyerang pasangan nomor urut satu Agus Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dengan laporan polisi terkait dugaan korupsi pembangunan masjid dan dana hibah.

“Setelah nomor satu kalah kan tidak diteruskan lagi (kasusnya), didiamkan saja. Kita pun bertanya siapa yang melaporkan waktu itu, kan yang dukung pemerintah, polisi kita tahu, gubernur kita sekarang ini, paslon dua. Kalau misalnya lolos paslon nomor satu pasti diteruskan kasus dana hibah dan segala macam itu,” jelasnya.

Lanjut Doli, seharusnya Pilkada DKI Jakarta 2017 menjadi ajang kontestasi yang baik dengan adu program dan gagasan oleh para calon kepala daerah. Saling serang dalam sisi negatif masih dianggap wajar asalkan fakta-fakta yang disuguhkan benar adanya.

“Kalau black campaign itu kan fitnah, menebar kebohongan, sudah tak benar tentunya,” tegasnya. [wah]