Home Berita Penggunaan Kata “Gebuk” Oleh Jokowi Seperti Cara Presiden Soeharto, Akan Timbulkan Masalah...

Penggunaan Kata “Gebuk” Oleh Jokowi Seperti Cara Presiden Soeharto, Akan Timbulkan Masalah Baru

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Dosen Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung menilai pernyataan Presiden Joko Widodo yang ingin mengebuk idiologi radikal malah menimbulkan permasalahan baru.

Menurut Rocky, pernyataan gebuk yang dilontarkan bisa meredupkan iklim investasi di Indonesia. Kalimat tersebut memberikan sinyal pesimistis bahwa pemerintah tidak mampu menciptakan stabilitas sehingga menggunakan kekuatan negara untuk menghadangnya.

“Kalimat itu adalah faktor yang paling rentan dalam sistem internasional untuk membatalkan segala macam optimisme,” ujar Rocky dalam diskusi bertajuk ‘Meraba Peluang Kebangkitan di Panggung Dunia’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/5).

Rocky menilai, kata gebuk merupakan istilah lama yang digunakan 30 tahun lalu oleh rezim Orde Baru. Dirinya merasa heran mengapa lingkungan disekitar presiden memberi masukan pernyataan dengan menyisipkan kata gebuk.

“Jadi basis pikiran sekarang tidak maju 1 cm saat rezim Orba,” tegas Rocky.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan keras dalam pertemuan yang dilakukannya bersama para pemimpin redaksi di Istana Merdeka, Rabu, (17/5) lalu.

Jokowi menekankan bahwa organisasi yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI tidak akan dibiarkan hidup di Tanah Air.

Sayangnya, Jokowi tidak menyebut spesifik organisasi apa yang di matanya tidak bisa dibiarkan itu. Namun, belakangan ini masyarakat dan media massa nasional sedang hangat membahas rencana pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dianggap mengusung cita-cita membentuk negara khilafah.

Jokowi juga menyinggung tentang isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan rumor tentang dirinya yang keturunan kader PKI.

Dia bahkan menegaskan, PKI akan “digebuk” juga jika berani muncul di Indonesia. Dia mendasarkan sikapnya pada Tap MPRS (25/1966) yang melarang PKI hidup di Indonesia.

Jokowi mengeluhkan ulah para pihak yang terus-terusan mengaitkan dirinya dengan PKI.

“Waktu PKI dibubarkan saya baru berumur empat tahun” demikian ucap Jokowi.[san]