Home Berita “Pencitraan” Ahok Hormati Azan Dzuhur

“Pencitraan” Ahok Hormati Azan Dzuhur

0
SHARE

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, kemarin, menunjukkan sikap toleransinya terhadap umat Islam. Ketika dirinya sedang asik berpidato dan terdengar kumandang azan, Gubernur Jakarta nonaktif ini langsung menghentikan pidatonya selama tiga menit.

 

Peristiwa itu terjadi ketika terdakwa penista Agama Islam itu sedang berpidato di syukuran ulang tahun ke-68 politisi senior Partai Golkar, Agung Laksono, di Jalan Cipinang Cempedak 2, Jatinegara, Jakarta Timur.

Pidato Ahok dimulai cukup lama sebelum azan berkumandang. Sekitar 20 menit, namun karena asik berpidato seolah waktu nyaris 30 menit berpidato tidak terasa. Hingga akhirnya, sayup terdengar kumandang suara azan.

“Lagi azan saya stop dulu,” kata Ahok, kepada hadirin yang seolah satu komando menundukkan kepala seraya berdoa dan meresapi lantunan suara azan. “Maaf tadi azan di stop dulu,” kata Ahok selang tiga menit kemudian.

Ahok pun kembali melanjutkan pidatonya. Dia kembali ceria, terutama saat bercerita tentang pribadinya yang sudah kenal dekat dengan mantan Menkokesra tersebut. “Saya kenal Pak Agung Laksono dari saya muda, dari bapak saya di Golkar. Sudah lama sekali kenal beliau, jadi kalau beliau ulang tahun saya datang,” kata Ahok disambut tawa hadirin.

Selain mengucapkan selamat atas syukuran Agung Laksono, Ahok sempat menjelaskan sejumlah programnya yang akan dijalankan jika dirinya kembali terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

“Kita kumpul disini, kita ingin doakan Pak Agung dan keluarga sehat, panjang umur, sukses dan menjadi saluran berkat bagi yang membutuhkan,” kata Ahok.

Bak gayung bersambut, Agung Laksono yang kini menjabat Ketua Dewan Pakar Partai Golkar menyiratkan dirinya memang dekat dengan Ahok. Tidak hanya memberikan tumpeng potongan pertama terhadap Ahok dan Ketua Partai Golkar Setya Novanto, Agung juga mengatakan sengaja menggelar pengajian di rumahnya di hari ultahnya itu untuk membantu Ahok mendulang suara di Pilgub Jakarta.

“Saya tidak menyelenggarakan kampanye tapi forum silaturahmi ini baik juga buat bertemu. Memang saya ingin menyelamatkan Jakarta, supaya maju, Jakarta terawat baik, masyarakat bisa cepat sejahtera, makmur, dan berkeadilan. Ya itu kita percayakan kepada saudara Basuki dan Djarot,” kata Agung, kemarin.

Jakarta, menurutnya, butuh pemimpin yang bekerja nyata dan menyejahterakan warganya. Untuk itu, dengan berkumpulnya warga melalui pengajian di rumahnya bisa menjelaskan duduk persoalan sebenarnya tentang Ahok.

Agung menegaskan, Ahok merupakan sosok yang cinta dan peduli pada umat Islam. Hal itu bisa dilihat dengan apa yang diperbuat dan masuk dalam program kerja Ahok. “Di Jakarta Timur kok kalah, selatan juga begitu, saya kira perlu ada kedekatan ya. Ternyata apa yang disampaikan tadi programnya Pak Ahok ini sangat Islami, pro pada Islam,” kata Agung.

Agung mengatakan, Ahok tidak seperti apa yang digembar-gemborkan selama ini.

“Dia itu ya sangat konsen pada kerukunan umat beragama dan konsen juga sama warga Jakarta Timur,” beber dia.

Terakhir Agung menekankan, agar kader dan simpatisan Partai Golkar bahu membahu bekerja untuk memenangkan pasangan Ahok-Djarot di putaran kedua.

“Dan saya minta kepada seluruh warga Kosgoro supaya betul-betul menyukseskan pemenangan pasangan nomor dua. Dan jangan ada dusta di antara kita, karena ini menyelamatkan Jakarta untuk lebih baik lagi,” pungkasnya.