Home Berita Pangdam: Saya Potong Lehernya Jika Sengaja Bakar Kitab Suci

Pangdam: Saya Potong Lehernya Jika Sengaja Bakar Kitab Suci

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Petinggi TNI akhirnya memberikan pernyataan tegas terkait keributan yang terjadi di Padang Bulan, Waena, Jayapura, Papua. Keributan itu disebut-sebut muncul karena adanya kitab suci yang terbakar di belakang kediaman Kasrem 172/PWY.

TNI memastikan akan bertanggungjawab dengan kejadian ini dan memproses semuanya secara tuntas. Namun dari hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa tak ada unsur kesengajaan dari kejadian tersebut. Kendati demikian, kasus tersebut tetap diproses.

Di samping itu, TNI juga meminta publik jangan mudah terprovokasi dan disusupi mengingat kejadian ini sudah ditangani.

Petinggi TNI akhirnya memberikan pernyataan tegas terkait keributan yang terjadi di Padang Bulan, Waena, Jayapura, Papua. Keributan itu disebut-sebut muncul karena adanya kitab suci yang terbakar di belakang kediaman Kasrem 172/PWY.

TNI memastikan akan bertanggungjawab dengan kejadian ini dan memproses semuanya secara tuntas. Namun dari hasil penyelidikan, disimpulkan bahwa tak ada unsur kesengajaan dari kejadian tersebut. Kendati demikian, kasus tersebut tetap diproses.

Di samping itu, TNI juga meminta publik jangan mudah terprovokasi dan disusupi mengingat kejadian ini sudah ditangani.

Pangdam Geroge Supit memastikan kembali bahwa tidak ada unsur kesengajaan. Apalagi Kasrem beragama Katolik dan tidak mungkin membakar kitab suci.

“Saya potong langsung lehernya jika ia sengaja. Pangdam langsung yang potong, jangan orang lain jika betul terjadi kesengajaan,” tegasnya.

Saat ini, baru 2 orang yang dimintai keterangan dan Pangdam meminta masyarakat bijak memanfaatkan medsos.

“Berikan kepercayaan kepada kami dan kami jamin diproses sebenar-benarnya. Berpikir jangan dengan emosi,” bebernya.

Wakasad Mayjen TNI Hinsa Siburian menambahkan bahwa ada situasi yang sangat manusiawi. Anggota yang berjaga di kediaman Kasrem membersihkan gudang kemudian membakar barang-barang yang tak digunakan.

Namun Hinsa menyampaikan bahwa anggota tersebut tak tahu jika di dalam ada buku yang disebut-sebut sebagai kitab suci.

“Ia tidak tahu jika ada beberapa buku yang disebut-sebut kitab suci dan Kodam sudah menyerahkan ke POM sehingga kita tak bisa menghakimi,” bebernya.

Kasrem sendiri menurut Hinsa bernama Yohanes dan saat kejadian sedang berada di gereja sehingga ia memastikan tak ada niat untuk membakar apalagi prajurit juga disumpah kepada Tuhan sesuai ajaran agama masing-masing. “Jadi saat kejadian Kasrem sedang berada di gereja,” imbuhnya.

Kasrem 172/PWY, Letkol Inf Yohanes Krismadi menambahkan bahwa dirinya tak tahu persis kejadian keributan tersebut karena sedang berada di gereja.

Namun yang sedang berada di rumah adalah anak dan istrinya yang kini merasa trauma. Apalagi dikatakan ada niat membakar rumah yang ketika itu di dalamnya ada anak dan istrinya.

“Kami sudah minta mereka berhenti namun massa tetap melempar, bahkan ada yang berencana membakar. Saat ini anak istri saya trauma,” sesalnya. [RJ / psi]