Home Berita “NGAKUNYA PALING PANCASILAIS” NASDEM Sebut Pidato Viktor Laiskodat Fakta Politik bukan Provokasi,...

“NGAKUNYA PALING PANCASILAIS” NASDEM Sebut Pidato Viktor Laiskodat Fakta Politik bukan Provokasi, NETIZEN Kecam Keras

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Pidato Ketua Fraksi Nasdem DPR RI Victor Laiskodat yang menuduh 4 parpol mendukung kelompok ekstrimis intoleran telah memicu reaksi keras dan akhirnya secara resmi dipolisikan.

Namun pihak Nasdem membela diri dengan menyebut Pidato Viktor Laiskodat Fakta Politik bukan Provokasi. Nasdem bahkan menyebut pidato Victor sebagau sebuah cara untuk menggambarkan komitmen pada NKRI.

Pidato Viktor Laiskodat Fakta Politik bukan Provokasi
http://mediaindonesia.com/news/read/116091/pidato-viktor-laiskodat-fakta-politik-bukan-provokasi/2017-08-04

PEMBELAAN NASDEM yang dipublis di Media Indonesia (grup MetroTV) ini LANGSUNG DIKECAM LUAS NETIZEN.

Membalas @mediaindonesia:

“Jadi mnrt lu faktanya Gerindra, PKS, PD, PAN, HTI itu pantas dibunuh? Faktanya mk mirip PKI gitu, min? Jangan2 adminnya si viktor nih!” komen @Anyer_Fury.

“Ibarat jaman kompeni, lu itu pengkhianat bangsa min.. Rela lu ya ksh makan keluarga lu dr hasil menjilat…” ujar @gus_riyat.

“Metrotifu ini malah menprovokasi…hemmm, maunya apa min @mediaindonesia?” tanya @sandiistimewa.

“Ini @mediaindonesia media sampah isi sesuai pesanan pengusaha pemilik media dikendalikan penguasa digoreng tim redakturnya,” komen @MRahmatM212.

“@mediaindonesia Media Jhongos Peliharaan Cinak Anti Islam…!!! perkeruh suasana buat Pecah Belah Bangsa..” ujar @didimening.

“Dimn fakta mrk radikal dan ektrimis, dimn fakta mrk memaksa dan membunuhi yg tdk mau sholat? Ini fitnah keji, menjijikkan, jauh dari realita,” komen @Mas_Say.

“Pidato Victor Laikodat Tebarkan Api Kebencian, Berpotensi Lahirkan Konflik Horisontal inikah Tololransi ????” ujar @agus75sw.

“@mediaindonesia
MEDIA INI HARUSNYA DILAPORKAN KE POLISI JUGA, KARENA MENDUKUNG PERBUATAN INTIMIDASI…” komen @jum4711.

SEPERTI DALAM VIDEO yang viral beredar luas di ssomed, dalam pidatonya Victor mengatakan:

“Ada sebagian kelompok ini yang hari ini mau bikin negara khilafah. Dan celakanya partai-partai pendukungnya itu ada di NTT juga. Yang dukung supaya ini kelompok ini ekstremis ini tumbuh di NTT, partai nomor 1 Gerindra, partai nomor dua itu namanya Demokrat, partai nomor tiga namanya PKS, partai nomor empat namanya PAN. Situasi nasional ini partai mendukung para kaum intoleran.

Mengerti dengan khilafah? Semua wajib shalat. Mengerti? Negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua harus shalat.

Saya tidak provokasi. Nanti negara hilang, kita bunuh pertama mereka sebelum kita dibunuh.” [pi]