Home Berita “Ngaji Kebangsaan” Karakter Islam Indonesia Merangkul Kebudayaan

“Ngaji Kebangsaan” Karakter Islam Indonesia Merangkul Kebudayaan

0
SHARE

Umat Islam Indonesia harus terus menerus menjaga persatuan dan kesatuan. Sebagai entitas terbesar umat Indonesia dan bahkan di dunia, umat Islam Indonesia harus menjadi pilar utama kerukunan.

Demikian disampaikan KH Nu’man Bashori Alwi saat menyampaikan ceramah dalam acara Ngaji Kebangsaan dengan tema menegakkan “Islam Nusantara Berkemajuan” di Majelis Taklim al-Nur, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, Minggu sore (26/3).

Gus Nu’man menjelaskan bahwa karakter umat Islam Indonesia sejak ratusan tahun lalu adalah karakter Islam Nusantara yang berkemajuan. Sejarah mencatat Islam sudah masuk ke Indonesia bahkan sejak zaman Khalifah al-Rasyidin. Saat itu Ratu Shima, penguasa Kalingga di Jawa Tengah yang berkuasa pada tahun 674-695 Masehi sudah masuk Islam. Islam yang dikembangkan sejak zaman Khalifah al-Rasyidin di Nusantara ini adalah Islam yang damai. Islam ini pula yang kemudian dijalankan oleh para Walisongo

“Islam yang merangkul kebudayaan. Bukan menghapus atau bahkan merusak kebudayaan yang ada, melainkan memasukkan nilai-nilai Islam ke dalam kebudayaan itu. Ritual-ritual yang dan dimasukkan ke dalamnya ritual-ritual Islam. Sehingga Islam dengan budaya Nusantara saat itu menyatu sangat erat,” kata pimpinan Majelis al-Quran Indonesia itu di hadapan sekitar 150 orang jama’ah.

Gus Nu’man mengingatkan bahwa belakangan ini ada bagian dari kelompok Islam yang baru datang ke Indonesia, yang bukan hanya mau menghabisi kebudayaan Nusantara yang sudah Islami itu, tapi selalu memaksakan kehendak. Kelompok-kelompok inilah yang merusak tatanan Islam yang sudah damai dan tenteram selama ini.

“Umat Islam harus waspada dan jangan mau dipecah belah oleh kelompok yang sedikit-sedikit bicara bid’ah,” ungkap Gus Nu’man

Sementara itu, Wasekum PP Bamusi, Hari Apriatno, yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin Bamusi, yang merupakan organisasi sayap Islam PDI Perjuangan di bawah kepemimpinan Ketua Umum Prof. KH. Hamka Haq dan Sekum Gus Nasyirul Falah Amru. Bamusi selalu mengabdi kepada masyarakat dengan melakukan pencerahan keagamaan, yang di antaranya melalui ngaji kebangsaan ini.

“Kita sangat konsen dengan pengembangan Islam yang toleran dan merawat keanekaragaman,” demikian Hari. [ian]