Home Berita Nah Beginikan “ADEM” Liatnya Sesama Ormas Rukun Damai, Gak Merasa Paling NKRI...

Nah Beginikan “ADEM” Liatnya Sesama Ormas Rukun Damai, Gak Merasa Paling NKRI Pancasilais

0
SHARE
Rakyat Jakarta – Sebuah foto yang memperlihatkan kebersamaan antara anggota Barisan Ansor (Banser) dan Front Pembela Islam (FPI) di sebuah acara di Kabupaten Banyumas, menjadi topik panas yang diperbincangkan banyak orang.
Di dalam foto yang telah beredar luas di media sosial tersebut, banyak pihak yang menuding Banser kini sudah bersatu dengan FPI. Padahal sebelumnya, Banser dan FPI dikenal sebagai pihak yang saling bertolak belakang.
Atas pergunjingan tersebut, Wakil Ketua PC Ansor Banyumas, Andry Widanto pun angkat bicara. Dirinya menjelaskan bahwa foto tersebut diambil di sela-sela pengajian di Pondok Pesantren Attaujih Leler, Kebasen, Kabupaten Banyumas yang diasuh KH Zuhruul Anam (menantu KH Maemun Zubair), Sabtu (20/5/2017).
Namun ketika ditanya apakah Banser saat ini telah bersatu dengan FPI, Andry pun serta-merta membantahnya.
“Dengan foto bersama itu dan muncul di media sosial, justru kami yang dirugikan. Yang diuntungkan adalah pihak FPI. Sekali lagi, kami bukan bersatu dengan FPI, namun hanya kebetulan bertemu di acara pengajian,” jelas Andry Widanto kepada wartawan, Sabtu (20/5/2017).
Menurut Andry, kedatangan Banser ke Pondok Pesantren Attaujih Leler adalah atas undangan dari pihak penyelenggara acara. Tujuannya adalah untuk mengamankan jalannya acara pengajian. Begitu juga dengan FPI yang diundang oleh panitia untuk menjadi petugas keamanan di sana.
Andry pun dengan tegas tidak akan bergabung dengan FPI dalam waktu dekat.
“Yang jelas, kami dari Banser Banyumas tetap komitmen dengan arah kebijakan PBNU, setia dalam menjaga dan mempertahankan NKRI serta ideologi Pancasila. Prinsip kami tetap yaitu tidak pernah bercamour dengan ormas lain yang bertentangan dengan NU,” tandas Andry.
Sementara, Pengasuh Pondok Pesantren Attaujih Leler, Gus Anam menyatakan membenarkan bahwa kehadiran FPI dan Banser adalah atas undangan dari pihaknya.
Namun Gus Anam mengingatkan di kesempatan yang sama meminta agar foto tersebut tidak dijadikan bahan untuk memperkeruh suasana.
“Saya kira, bebas saja bahwa siapapun mau dekat dengan FPI atau tidak. Jadi janganlah foto bareng tersebut terus diplintir dan dinyatakan jika Banser tidak ada hubungaannyaa dengan FPI,” tandasnya.