Home Berita Musuh Islam Bekerja Siang-Malam Singkirkan Syariat Islam

Musuh Islam Bekerja Siang-Malam Singkirkan Syariat Islam

0
SHARE

 Rakyat Jakarta – Umat Islam janganlah seperti orang Yahudi, yang mengetahui kebenaran tapi melanggarnya. Begitu juga, janganlah seperti umat yang bodoh yang tak mau belajar, hanya ikut-ikutan saja. Jangan sampai kita termasuk kategori umat yang seperti itu.”

Ustadz Farid Ahmad Oqbah: Musuh Islam Bekerja Siang-Malam Singkirkan Syariat Islam

Demikian dikatakan Ustadz Ahmad Farid Okbah dalam tausyiahnya jelang Ifthor Jama’i dan Silaturahim Keluarga Besar Binaan KH. Mohammad Dahlan bersama Infaq Dakwah Center, di Sekolah An Najahul Islam, Bekasi, Jawa Barat, Senin (5/6/2017) lalu.

Dikatakan Ustadz Farid, ada dua syariat karya manusia, yakni syariat yang tidak bertentangan dengan syariat Islam (ilmu fiqih), dan syariat yang dibuat manusia untuk menggeser syariat Islam, dalam hal ini Komunis, Kapitalisme, dan isme-isme lainnya. Kelompok kebatilan ini bekeja keras siang-malam untuk menyingkirkan syariat Islam. Itulah musuh yang paling nyata.

“Nampak sekali upaya mereka yang tidak menghendaki syariat Allah. Mereka menghadang kita dengan segala kekuatan. Namun demikian kita umat Islam jangan pernah melemah menghadapi mereka,” ungkap Ustadz Farid.

Saat ini, kata Ustadz Farid, konsep dan gagasa manusia berupa isme-isme tidak lagi berlaku, dan membuktikan kegagalannya. Pemikir dari Inggris mengatakan, dunia hari menerangkan bahwa konsep manusia telah gagal mensejatehterakan manusia. Terbukti, komunis telah runtuh.

“Begitu juga dengan kapitalisme tidak bisa mensejahterakan manusia. Karena itu Islam tampil sebagai solusi dan saatnya kita dakwahi mereka untuk kembali pada Islam. Tapi, sayang, kesadaran umat Islam masih lemah. Prakteknya masih mengecewakan,” tukasnya.

Nabi Muhammad Saw mengarahkan umatnya untuk menjadi pejuang Islam. Di akhir zaman ini, umat Islam mengalami fase al ghuraba, yakni Islam berawal dari asing dan akan kembali menjadi asing, maka beruntunglah orang yang asing itu.

“Al Ghuraba itu kondisi dimana umat Islam terus melakukan perbaikan, sementara pihak lain terus melakukan kerusakan. Lihatlah kondisi umat Islam hari ini. Bukan hanya dikriminalisasikan, tapi juga dituduh teoris dan berbagai stigma negarif. Bahkan, difitnah melakukan kerusakan. Ketika umat Islam berjuang melawan Belanda pun dicap ekstrimis,” ujarnya.

Ustadz Farid berpesan, untuk menjadi seorang penjuang Islam, kita tak butuh pengakuan manusia. Cukup ridho Allah semata. Saatnya kita menata kekuasaan untuk menyelamat umat Islam. Sangat disesalkan, ketika umat Islam mampu mengalahkan ahok, tapi yang menang dan memegang kekusaan justru partai-partai.