Home Berita MUSLIM WAJIB TAHU SEJARAH : Jakarta Didirikan oleh Ulama, Yaitu Fatahillah

MUSLIM WAJIB TAHU SEJARAH : Jakarta Didirikan oleh Ulama, Yaitu Fatahillah

0
SHARE

Massa anti-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membuat gerakan dukungan bagi Gubernur Muslim Jakarta (GMJ), di depan Kementrian Pertanian, Ragunan. Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Alasan gerakan dukungan untuk Gubernur Muslim Jakarta, menurut mereka, salah satunya adalah karena sejarah Jakarta, kata massa anti-Ahok, didirikan oleh ulama, yakni Fatahillah.muslim

“Jakarta ini didirikan oleh seorang ulama, yaitu Fatahillah, dia muslim. Dan kalian tahu bahwa setiap 22 Juli Jakarta selalu memperingati hari Jakarta. Namun bisa dilihat perayaannya bukan sebuah tablig akbar tapi malah perayaan dengan joget joget.

“Jika dilihat yang mendirikan ini seorang ulama, tapi yang merayakannya justru orang kafir,” kata seorang orator dari atas mobil komando massa anti-Ahok.

Sang orator itu juga mencanangkan muslim bisa menang di medsos, pengadilan, dan menang sebagai gubernur Jakarta.

“Bukan karena Anies (Baswedan), karena kita Umat islam, jadi wajar kita pilih orang Islam,” katanya.

Hasil Survei

Hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menyatakan di pemilih populasi terbesar yakni, muslim.

Pasangan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno unggul dari rivalnya di Pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

Pasangan urut tiga itu memperoleh dukungan sebesar 55,04 persen.

Sementara pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat mendapat angka 36,2 persen.

Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan bahwa mayoritas warga Ibu Kota menginginkan seorang gubernur baru.

Karena mereka tidak rela memiliki pemimpin yang tersangkut masalah hukum.

“Ketika kita tanyakan ke warga mereka tidak mau memiliki gubernur yang menyandang status tersangka,” kata Adjie di Graha Rajawali, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Senin (7/3/2017).

Adjie menambahkan, pemilih muslim cenderung menjadi kantung suara dari paslon yang diusung Partai Gerindra dan PKS tersebut.

Karena menurutnya, masyarakat muslim sudah sakit hati dari perkataan Ahok dalam menodakan Surat Al-Maidah ayat 51.

Namun di pemilih non-muslim, pasangan Ahok-Djarot menang mutlak.

Dengan raihan dukungan sebesar 86,58 persen dan Anies-Sandi hanya mendapat 3,65 persen.

Meskipun dari hasil penelitian LSI Denny JA menyebut Anies Baswedan dan Sandiaga Uno unggul di putaran kedua, namun, lembaga konsultasi politik itu juga menyebut ada tren positif di kubu Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Dari data LSI Denny JA, ada sejumlah pemberitaan baik (good news) Ahok-Djarot yang dapat menjadi penentu kemenangan.

Seperti tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Ahok masih cukup tinggi. Mereka yang puas terhadap kinerja Ahok mencapai 73,5 persen, hanya 25,2 persen yang bilang tidak puas.

“Kepuasan terhadap Ahok yang tinggi memang tidak pararel dengan dukungan (elektabilitas). Ini sebuah anomali,” Kata peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, di Graha Rajawali, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Selasa (7/3/2017).

Kemudian meski tetap mayoritas, mereka yang menilai Ahok menista Agama berkurang.

Dikatakan Adjie, Ahok kuat di pemilih muslim yang menilai Ahok tidak menistakan agama islam.

“Diantara ormas Islam, dukungan Ahok terkuat di pemilih NU. Meskipun belum mayoritas namun dukungan Ahok di pemilih NU terbesar dibandingkan ormas lainya,” imbuhnya.

Survei LSI Deny JA melakukan wawancara tatap muka terhadap 440 responden di enam wilayah di Jakarta.

Metode penelitian yang digunakan yakni multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang 4,8% persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei ini dibiayai menggunakan dana internal LSI Denny JA. | infohumas.com