Home Berita Mubahalah HRS Terbukti Nyata, Ade Armando Makin Disesatkan Allah SWT

Mubahalah HRS Terbukti Nyata, Ade Armando Makin Disesatkan Allah SWT

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Sumpah mubahalah Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Syihab terkait ‘chat Firza’ mendapat tantangan oleh Ade Armando, dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia (UI)

Diketahui, Habih menegaskan tudingan polisi kepadanya tidak benar. Ia bersumpah, jika ia bersalah maka ia siap dilaknat Tuhan.

Nah, tepatnya tanggal 10 Juni 2017, sumpah mubahalah Habib Rizieq berbalas. Seorang dosen UI bernama Ade Armando dalam akun Facebook-nya berani bersumpah jika seseorang yang terlibat percakapan mesum dengan Firza Husein bukanlah Habib Rizieq maka ia siap dilaknat.

“Namun sebaliknya, jika ternyata Habib Rizieq terbukti bersalah maka Imam Besar FPI itu harus siap menerima konsekuensinya,” demikian tantangan Ade.

Faktanya kini mubahalah HRS ternyata terbukti dan menimpa kepada Ade Armando. Dimana Ade diketahui jalan hidupnya makin penuh dengan kesesatan. Ya, di hari kemenangan Idul Fitri 1438 H ini, Ade malah mengeluarkan pernyataan yang jauh dari syariat Islam, yaitu dengan tidak mempermasalahkan ada masjid yang perbolehkan pria dan wanita bercampur dalam satu Shaf ketika sholat.

“Alhamdulillah. Perkembangan Islam di Eropa mulai menemukan babak kebebasan baru. Di sana, didirikan masjid yang menepiskan segregasi gender. Pria dan perempuan bersatu di barisan yang sama. Imam shalat nya pun bisa perempuan. Masjid itu juga bisa menerima kaum LGBT,” tulis Ade melalui akun Facebook pribadinya, Senin (26/6/2017), sembari mengunggah tautan berita BBC, dilansir Tarbiyah.

“Tentu saja tak ada paksaan bagi umat Islam untuk sholat di sana. Mereka yang merasa bahwa praktek-praktek semacam itu tidak bisa diterima, dipersilakan sholat di masjid-masjid arus utama yang jumlahnya jauh lebih banyak. Namun sebagai alternatif, ini tentu melegakan. Mudah-mudahan, kehadiran masjid ini tidak direspons dengan tindak kekerasan dan teror kelompok lain,” pungkasnya.

Dampak Mubahalah yang diterima Ade bisa saja bukan dalam bentuk penyakit fisik. Namun dalam bentuk penyakit hati yang terus bikin Ade jauh dari agama Islam. Buktinya, Ade masih terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang kebliger sebagai cerminan diri makin jauh dari ajaran Islam itu sendiri, bukan malah bertobat.

Jika seorang yang ngaku muslim tapi jauh dari agamanya, bahkan membuat ajaran baru diluar Islam, bukankah itu merupakan kesesatan yang nyata?