Home Berita Menteri Jokowi Ini Akui Minta Ahok Dipindahkan Karena Ancaman Pembunuhan

Menteri Jokowi Ini Akui Minta Ahok Dipindahkan Karena Ancaman Pembunuhan

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Rupanya, alasan pemindahan terdakwa penista agama Basuki T Purnama (Ahok) dari rumah tahanan (rutan) Cipinang ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok karena adanya ancaman pembunuhan.

Hal itu diungkapkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/5).

“sulit menjamin keamanan karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh,” beber Yasonna tanpa mau menjelaskan lebih lanjut soal darimana dan siapa yang akan melakukan pembunuhan itu.

Selain soal adanya ancaman pembunuhan, Yasonna pun bercerita, tepatnya pukul 23.00 WIB di hari Selasa (9/5) lalu, Kakanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta mengontaknya dan melaporkan jika rutan Cipinang sudah sangat padat.

“Saya ditelpon Kakanwil Kemenkumham Provinsi DKI, bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni,” kata Yasonna.

Yasonna pun membantah isu pemindahan mantan gubernur DKI Jakarta itu agar keluarga Ahok bisa menginap di rutan.

“Sama sekali tidak benar ada keluarga yang ingin atau dizinkan menginap di rutan,” kata Yasonna.

Yasonna justru mengamini jika pemindahan Ahok karena adanya gelombang aksi di depan rutan yang memberi dukungan ke Ahok. Untuk itulah kemudian Yasonna mengakui jika ia yang memberi saran agar Ahok dipindah.

Menurut Yasonna jalan di depan rutan Cipinang adalah jalan arteri yang dikhawatirkan akan membuat macet parah dan mengganggu pengguna jalan akibat gelombang masyarakat yang bersimpati pada Ahok akan memadati jalan raya.

Atas pertimbangan itulah, sekitar pukul 24.00 WIB kemudian Yasonna berangkat ke rutan Cipinang. Di sana dia berdiskusi dengan Kakanwil serta berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk memindahkan Ahok.

“Saya koordinasi dengan Pak Kapolri, beliau sependapat dan dapat ditempatkan di Mako Brimob,” demikian Yasonna.[san]