Home Berita Mega Seperti Presiden ( Jadi Siapa Yang Presiden Sekarang ? )

Mega Seperti Presiden ( Jadi Siapa Yang Presiden Sekarang ? )

0
SHARE

. Megawati Soekarnoputri, kemarin, serasa kembali jadi presiden. Buktinya, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma sampai rela datang ke kediaman Ketum PDIP ini, sambil membawa sejumlah anggota kabinetnya

 

Presiden Zuma tiba di kediaman Mega, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat sekitar jam 11 siang. Presiden RI ke-5 ini tidak sendirian. Dia ditemani Gubernur Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Sekjen PDIP, Hasto Kristianto.

Hasto mengatakan, kunjungan Presiden Zuma ke rumah Mega merupakan aksi balasan atas kunjungan Mega saat menjadi Presiden ke Afsel, di medio 2004. Saat itu, Presiden Afsel masih dijabat oleh Nelson Mandela, nah Zuma masih menjadi pejabat pemerintah.

“Ketika bu Mega sebagai presiden kelima pun, beliau melakukan kunjungan ke Afrika Selatan dan bertemu dengan Nelson Mandela,” ujar Hasto, di kediaman Mega, kemarin.

Melihat kunjungan Presiden Zuma ini memang terasa Mega masih seperti presiden saja. Buktinya, Presiden Zuma sampai memboyong sejumlah anggota kabinetnya. Dari mulai Menteri Hubungan Internasional, Menteri Pertanian dan Perikanan, hingga Direktur Presiden dan Chief operation dari kantor Afrika Selatan.

Maklum saja, rombongan yang dibawa Presiden Zuma cukup banyak karena setelah mampir ke rumah Mega, dia akan melakoni pertemuan resmi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta. Karena sifatnya hanya mampir, pertemuan tak berlangsung lama, Presiden Zuma dan rombongan meninggalkan kediaman Mega satu jam kemudian.

Seusai pertemuan, Mega mengaku terhormat atas kunjungan Presiden Zuma. “Saya mendapatkan sebuah kehormatan karena Presiden dari Afrika Selatan datang berkunjung untuk bertemu dengan saya,” ujar Mega.

Mega mengakui kunjungan ini adalah kunjungan balasan atas kunjungan Mega ke Afsel ketika masih menjadi Presiden, dan bertemu dengan Zuma. “Dan sekarang, ketika beliau menjadi Presiden maka Presiden Jacob Zuma bisa bertemu,” kata Mega, senang.

Mega juga menaruh hormat kepada negara Afsel yang telah memberikan gelar pahlawan kepada dua orang Indonesia, yakni Presiden pertama RI Soekarno dan Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati Al-Makasari Al Bantani (Syekh Yusuf).

“Syekh Yusuf itu adalah seorang dari pejuang kita dari Sulawesi Selatan yang dibuang pada masa penjajahan ke Afrika Selatan dan meninggal di Afrika Selatan. Dan di sana, ada kampung yang bernama Kampung Makassar. Atas hal itu perjuangannya salah satu pahlawan dari Afrika Selatan,” kata Mega.

Sehari sebelumnya, di tempat yang sama, Mega juga menerima kedatangan istri PM Malaysia Najib Razak, Rosmah Mansor. Pertemuan ini dihadiri istri Wapres JK, Mufidah Kalla serta sejumlah menteri perempuan.

Setelah bertemu Mega, Presiden Zuma kemudian meluncur ke Istana Negara, bertemu secara resmi dengan Presiden Jokowi. Rombongan dari Afsel ini tiba di Istana sekitar jam tiga sore, kemarin. Prosesi penyambutan kepala negara dilakukan, seperti pengawalan mobil yang dikendarai Presiden Zuma oleh Pasukan Berkuda, Pasukan Nusantara, dan Paspampres.

Tidak hanya itu, sejumlah pelajar berpakaian adat mengayun-ayunkan bendera Indonesia dan Afrika Selatan menyambut di jalan masuk Istana. Sambutan cukup meriah, setelah menyanyikan dua lagu kebangsaan, meriam juga didentumkan sebanyak 21 kali.

Aktivitas pertama yang mereka lakukan adalah bincang-bincang di beranda Istana Merdeka atau yang populer disebut “veranda talk”. Usai “veranda talk”, Presiden Jokowi dan Presiden Jacob melangsungkan pertemuan bilateral.

Guru Besar Universitas Parahyangan, Bandung, Prof Asep Warlan Yusuf merasa aneh atas didahuluinya kunjungan ke rumah Mega sebelum prosesi resmi bertemu Presiden Jokowi di Istana. Dia berkelakar, Mega seperti presiden lagi.

“Jadi siapa yang presiden sekarang? Harusnya kan ketemu Presiden Jokowi dulu secara resmi baru mampir. Ini kan urutannya di balik. Mega kan rakyat biasa sekarang,” ujar Asep, semalam.

Asep mengatakan, memang tidak ada salahnya tamu negara melakukan kunjungan kemana pun. Tapi, lebih elok jika lebih dahulu sowan dengan pimpinan negara yang resmi. Setelah itu, baru mengunjungi rakyat biasa, termasuk Mega. ***