Home Berita Larang Aksi Bela Islam Diistiqlal, Sambo: Pengelola Masjid Istiqlal Ditekan Rezim

Larang Aksi Bela Islam Diistiqlal, Sambo: Pengelola Masjid Istiqlal Ditekan Rezim

0
SHARE

Rakyat Jakarta  – Ketua Presidium Alumni Aksi 2 Desember (212), Ansufri Idrus Sambo, kecewa atas kebijakan pengurus Masjid Istiqlal yang tidak mengizinkan massa Aksi Bela Islam menggelar tablig akbar di dalam masjid.

Image result for pengurus masjid istiqlal larang bela ulama dimasjid

Meski tak diizinkan, massa Aksi Bela Islam 98 tetap mengelar aksi di halaman Masjid Istiqlal. Mobil komando diparkir di halaman yang tak jauh dari pintu masuk masjid di Jalan Juanda, Jakarta Pusat.

“Tidak apa-apa, kita di luar, enggak ada yang bisa menghambat kita. Kalau maghrib banyak (massa yang berdatangan), kita sampai tarawih,” ujar Sambo saat ditemui di sela Aksi Bela Islam 96, di kawasan Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, jumat (9/6).

 

Sambo menganggap larangan pengurus Masjid Istiqlal terhadap Aksi Bela Islam adalah akibat tekanan pemerintah. Apalagi, alasan pengurus hanya karena ada kegiatan pengajian.

 

 

Kami minta waktu kosong. Ini kan kosong sampai maghrib. Kenapa enggak diberi izin? Jadi saya pikir ini ada tekanan dari rezim. Ini kan masjid negara, padahal masjid milik umat. Jadi, ada tangan yang menekan,” tuduhnya.

Sebelumnya pengurus Masjid Istiqlal tidak memberi izin menggelar Aksi Bela Ulama 96 di dalam masjid lantaran ada agenda rutin yang tidak bisa diganggu. Surat imbauan perihal peminjaman tempat Masjid Istiqlal juga tersebar di media sosial dan pesan berantai via WhatsApp.

Berikut isi dari surat yang ditandatangani oleh Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal, H. Rusli Effendi, SPdI, SE, MSi.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Memperhatikan surat Saudari No : 06/PA212-Ext/VI/2017 tanggal 4 Juni 2017, perihal seperti tertera di pokok surat, dangan ini kami sampaikan:

1. Terima kasih atas perhatian Saudari kepada Masjid Istiqlal, semoga kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Presidium Alumni 212 selalu sukses dan mendapat ridha Allah SWT.

2. Berkaitan dengan permohonan Saudara, kami mohon maaf tidak dapat dipertimbangkan, karena pada hari dan tanggal tersebut digunakan untuk kegiatan rutin masjid Istiqlal setelah Jum’at.