Home Berita Komisi III: Polisi Sama Saja Tuding DPR Kroninya HTI

Komisi III: Polisi Sama Saja Tuding DPR Kroninya HTI

0
SHARE

Rakyat Jakarta –¬†Diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU 17/2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan menuai reaksi berlebihan dari aparat keamanan.

Misalkan di Semarang, disana, segala aksi yang menolak Perppu yang lebih dikenal dengan Perppu Pembubaran Ormas itu dilarang.Hasil gambar untuk kombes pol Abiyoso Seno Aji Kapolrestabes Semarang, Komisaris Besar Abiyoso Seno Aji bahkan menuding kelompok yang menolak Perppu Pembubaran Ormas merupaka kroni-kroninya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). HTI adalah organisasi pertama yang dibubarkan dengan menggunakan Perppu Pembubaran Ormas.

Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Alhabsyi menilai sikap seperti yang ditunjukkan oleh Kapolrestabes Semarang itu merupakan sikap yang terlampau berlebihan.

“Seharusnya Perppu Ormas tidak disikapi berlebihan oleh aparat kemanan. Saya menyayangkan adanya aparat kepolisian yang mengklaim bahwa menolak Perppu berarti kroni HTI sebagaimana dilansir beberapa media,” katanya dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (22/7).

Apa yang dilontarkan oleh Abiyoso Seno Aji menurutnya merupakan ‘fait accompli’, situasi dimana tidak ada pilihan lain, harus menerima. Padahal, tambah politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kewenangan DPR adalah menyetujui atau menolak Perppu.

“Kalau dikatakan bahwa pihak yang tidak setuju dengan Perppu Ormas disebut kroni HTI, sama saja menyatakan bahwa DPR yang menolak Perppu juga adalah kroni HTI, ini adalah statemen yang berlebihan,” tegasnya.

Untuk itu, pria yang karib disapa Habib Aboe ini mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian untuk turun tangan demi memberikan pembinaan kepada anak buahnya. Meski diakui Habib Aboe itu hanyalah sikap oknum yang tidak tahu konstitusi dan tidak paham peraturan perundang-undangan.

Jangan sampai publik melihat polisi menjadi alat diktatorisme penguasa. Menolak usulan Perppu dari penguasa dianggap sudah melawan penguasa, ini adalah cara pandang yang tidak tepat,” sesalnya.

 

Sebelumnya, tak hanya menuding yang menolak Perppu Pembubaran Ormas adalah kroni HTI, Abiyoso Seno Aji juga mengancam. Jika ada massa anti Perppu Pembubaran Ormas masih nekad menggelar demonstrasi, Jalan Pahlawan di depan Kantor Pemprov Jateng dipastikan bakal menjadi medan pertumpahan darah. Sebab nanti dia akan memerintahkan anggotanya untuk mengeluarkan senjata di gudang demi menembak para pendemo.

 

Habib Aboe mengaku juga menyayangkan ancaman yang dikeluarkan oleh Abiyoso Seno Aji itu.

“Saya tidak paham dengan statemen yang demikian, apakah memang Polri dididik untuk bersikap yang demikian. Semua kan ada aturan mainnya, dan semua persoalan kan bisa dikomunikasikan dengan baik. Saya berharap Kapolri segera meluruskan sikap anggotanya yang demikian. Jangan sampai sikap yang diambil akan memperburuk profil Polri didepan masyarakat. Bukankah Polri seharusnya jadi Pengayom dan Pelindung Masyarakat,” pungkasnya. [rmol]