Home Berita Ketua Yayasan Hayatul Islam Minta Ahok Bantu TPA Yang Roboh

Ketua Yayasan Hayatul Islam Minta Ahok Bantu TPA Yang Roboh

0
SHARE

Minimnya dana renovasi, membuat kondisi bangunan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Yayasan Hayatul Islam semakin memprihatinkan.

Puncaknya, bangunan yang sudah rapuh termakan usia itu pun roboh saat hujan deras melanda kawasan Jalan H. Samali, Gang Ayub, RT 001/01, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (21/2) pagi.

“Sebenarnya, tahun 2015 saya kirim proposal ke Gubernur DKI. Namun, cuma di pingpong (birokrasi). Nggak ada dana yang bisa turun,” ungkap Ketua Yayasan Hayatul Islam, Jamilah (54) kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (22/2).

Jamilah berharap, pemerintah dapat memperhatikan dan memberikan sedikit sumbangsih untuk membangun kembali yayasan warisan orang tuanya tersebut.

Pasalnya, pihaknya tidak memiliki donator tetap atau pun pihak yang mengabulkan permohonan bantuan lewat Corporate Social Responsibility (CSR). Termasuk ke pihak Pertamina yang bangunan megahnya berdiri tepat di belakang yayasan tersebut.

“Kita juga beberapa kali mengajukan bantuan CSR ke mana-mana. Termasuk Pertamina, tapi nggak ada respon positif,” lirihnya.

Selama bangunan itu masih berdiri, Jamilah mengaku kerap digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat sekitar. Termasuk, pesta penikahan, sunatan massal, hingga Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada DKI, beberapa waktu lalu. Khusus acara pesta, biasanya disewakan Rp 500 ribu.

“Namun, (uang sewa) itu tidak cukup untuk renovasi total,” terangnya.

Mengingat, bangunan yang berusia 40 tahun lebih itu, hanya ditopang kaso yang sudah di makan rayap. Sehingga, saat hujan mengguyur kawasan tersebut beberapa hari lalu, semakin membebani genteng yang ada hingga roboh.

Kini, puluhan siswa dan ibu-ibu pengajian yang rutin meramaikan yayasan itu terpaksa diliburkan sementara. Aktifitas yayasan bisa mulai digunakan setelah pengurus merenovasi bangunan yang roboh.

“Sementara, semua kegiatan diliburkan atau dipindah ke rumah (pribadi) saya. Soalnya, dana kita terbatas. Saya minta tolong Pak Gubernur bisa melihat lokasi agar bisa dibantu pendirian bangunan kembali. Tempat ini bukan hanya milik yayasan, tapi juga untuk kepentingan umat dan warga masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Seperti diketahui, bangunan tersebut ambruk, sekira pukul 09.00 WIB, Selasa kemarin. Beruntung, 70 siswa-siswi yang bersekolah di TK Az-Zahra itu masih di rumah masing-masing saat bangunan itu ambruk. Mengingat, aktifitas dibyayasan itu baru dimulai pukul 12.00 WIB.

Diduga kaso penyangga atap genteng bangunan tersebut sudah mulai rapuh dimakan usia dan rayap.

“Jadi, kuda-kuda penyangga atap di antara dinding semen sudah tidak kuat. Padahal, saya sudah mau renovasi,” tutur Jamila