Home Berita Ketua RT Mangkir Dipanggil Panwaslu Terkait Surat Pernyataan Pilih Paslon untuk Salatkan...

Ketua RT Mangkir Dipanggil Panwaslu Terkait Surat Pernyataan Pilih Paslon untuk Salatkan Jenazah

0
SHARE

PANCORAN — Makmun Ahyar, Ketua RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, mangkir dari panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

Sedianya, Makmun akan diperiksa terkait kasus dugaan pemaksaan tandatangan pilih pasangan calon (paslon) tertentu terhadap seorang warga, Yoyo Sudaryo (56), sebagai syarat untuk menyalatkan jenazah ibu mertuanya, Siti Rohbaniah (74).

Sebelumnya, surat pernyataan itu timbul karena Yoyo dan keluarganya dituding sebagai pendukung paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Iya, sesuai dengan jadwal kita memang panggilan kepada korban dan juga Pak RT (hari ini). Kita sudah layangkan tapi ternyata sesuai koordinasi dengan Panwascam, yang bersangkutan katanya bekerja, di rumah tidak ada,” ujar Ketua Panwaslu Kota Jakarta Selatan, Ahmad Ari Masyhuri, di kantornya, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).

Ketua RT tunjukkan surat panggilan kedua terkait kisruh salat jenazah pendukung penista agama.

Ari menjelaskan, pihaknya sudah menghampiri rumah Ketua RT bahkan sejak Minggu (12/3/2017) malam, namun yang bersangkutan tidak muncul.

“Mulai dari pagi sampai sore hari ini belum hadir,” kata Ari.

Sesuai mekanisme, ujar Ari, Panwaslu akan melayangkan surat panggilan kedua pada Senin malam dan menjadwalkan pemeriksaan pada Selasa (14/3/2017) pagi.

Dikatakan Ari, selain Ketua RT, pihak keluarga korban, yakni Yoyo Sudaryo, juga tidak hadir dengan alasan yang sama.

“Tentu kita nggak bisa maksa. Ya, kita sudah layangkan surat panggilan kedua. Rencananya kita akan kirimkan malam ini untuk pemeriksaan besok. Mudah-mudahan yang bersangkutan hadir atau kita akan jemput bola,” bilangnya.

Ari menerangkan, meski Ketua RT dan korban tidak hadir, dia menegaskan bahwa surat pernyataan untuk pilih paslon tertentu yang ditulis tangan oleh sang Ketua RT memang ada.

Pihaknya pun sudah mengamankan barang bukti surat tersebut. Namun, dia tidak bersedia menunjukkan dan menjelaskan isi lengkap surat itu.

“Surat pernyataan itu bagian dari barang bukti yang sudah kita amankan. Sedang kita telusuri siapa yang membuat surat pernyataan itu dan siapa yang bertandatangan dan sebagainya. Jadi kita akan mendalami ini,” jelas Ari.

Ari juga mengatakan, selain korban yang terpaksa tandatangan, ada beberapa pihak yang membubuhkan tandatangan, salah satunya Ketua RT. “Ya, tentu di situ ada dari pihak keluarga yang meninggal, yaitu Pak Yoyo, terus diketahui oleh pihak (Ketua) RT setempat,” katanya.

Terkait adanya potensi pelanggaran pidana dalam kasus itu, Ari menyebut pihaknya akan membahas hal itu dengan kepolisian dan kejaksaan.

“Kebetulan kan kami punya Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu), karena itu kami akan periksa pihak-pihak terkait dulu, posisi dan perannya seperti apa. Karena itu beri waktu kami, kita akan lakukan kajian dan pembahasan dengan kepolisian dan kejaksaan di Sentra Gakkumdu,” katanya.

“Setiap potensi yang ada pidana pemilunya kita akan bahas di Sentra Gakkumdu. Anggotanya ada dari Panwaslu, kepolisian, dan kejaksaan,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yoyo Sudaryo (56), seorang warga RT 05/02 Kelurahan Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, dipaksa menandatangani surat pernyataan untuk memilih paslon Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran dua yang akan datang.

Hal itu wajib dilakukan Yoyo jika ingin jenazah mertuanya, Siti Rohbaniah (80), disalatkan oleh pengurus salah satu masjid di Pondok Pinang. Yoyo dan keluarganya dituding sebagai pendukung paslon Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

“Kamis pagi udah rapi mau dikafani, dimandiin, nggak ada masalah. Siangnya pas mau disalatin saya disuruh tanda tangan, yang bikin tulisannya Pak RT. Isinya bahwa saya berjanji akan mendukung pasangan Anies-Sandi di putaran dua nanti. Ada meterainya juga,” ungkap Yoyo, Jumat pekan lalu. (gps)