Home Berita Kepolisian Harus Jeli, Kasus E-KTP Bisa Jadi Pintu Masuk Mengungkap Penyerang Novel

Kepolisian Harus Jeli, Kasus E-KTP Bisa Jadi Pintu Masuk Mengungkap Penyerang Novel

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan hingga saat ini belum terungkap. Ini menunjukkan bahwa Polisi menemui hambatan dalam penanganan pengungkapan kasus yang sudah memasuki hari ke-40 ini.

Pengamat hukum dari Universitas Bung Karno (UBK) Azmi Syahputra menilai ada dua kemungkinan yang mejadi hambatan pengungkapan kasus ini.

“Pertama, adanya kepentingan yang lebih besar yang ingin dilindungi atau kemungkinan kedua, penyisiran alat bukti yang memang masih minim,” ungkapnya kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Minggu (21/5).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaku bisa saja orang suruhan dari pihak tertentu yang merasa terganggu atas kinerja penyidikan Novel Baswedan.

Apalagi, sambungnya, setiap kasus yang ditangani Novel merupakan kasus yang menyita perhatian karena memiliki keterkaitan dengan sejumlah elit politik di negeri ini.

“Jika dipetakan, terakhir perkara yang ditangani Novel adalah korupsi proyek pengadaan e-KTP. Hal ini tentu bisa dijadikan pintu masuk menelusuri pihak-pihak yang sakit hati atau terganggu atas kinerja Novel di kasus itu,” urai pengajar hukum di UBK itu.

Dalam kasus ini, masih lanjut Azmi, banyak nama pejabat yang diincar KPK. Dia menduga penyerangan atau ancaman terhadap keselamatan jiwa Novel dilakukan untuk mengaburkan pengusutan kasus ini.

“Semoga Kepolisian dapat lebih teliti, objektif, dan segera mengungkap siapa pelaku sebenarnya,” pungkasnya. [ian]