Home Berita KAI Klaim Tidak Ada Aksi Borong Tiket Mudik

KAI Klaim Tidak Ada Aksi Borong Tiket Mudik

0
SHARE

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero mengklaim tidak ada aksi pemborongan tiket kereta api (KA) Mudik Lebaran 2017 yang menyebabkan ludesnya tiket mudik untuk sejumlah daerah di Pulau Jawa dalam waktu hitungan menit pasca-dibukanya booking online.

Vice President Public Rela­tions PT KAI Agus Komarudin mengatakan, ludesnya tiket KA mudik dalam hitungan menit dikarenakan tingginya antusi­asme masyarakat untuk mem­persiapkan mudik menggunakan kereta api.

Selain itu, jenis tiket yang um­umnya ludes adalah tiket kelas ekonomi dengan tujuan daerah favorit di Pulau Jawa.

“Kita pastikan tidak ada aksi borong tiket atau apa pun na­manya. Tiket KA untuk mudik ini memang permintaannya tinggi, khususnya untuk daerah tertentu. Dan umumnya kelas ekonomi yang habis, kalau kelas yang lebih tinggi sepertinya masih ada,” kata Agus kepada Rakyat Merdeka.

Ia melanjutkan, KAI juga sudah melakukan antisipasi untuk mencegah praktek per­caloan tiket KA dimana saat ini pembelian tiket menggunakan sistem booking dan mengguna­kan verifikasi nama sesuai kartu tanda pengenal.

Sedangkan untuk antisipasi tiket habis, KAI sambung Agus akan membuka pemesanan tiket tamba­han pada H-60 Lebaran 2017.

“Pertengahan April atau H-60 kita buka lagi untuk tiket tamba­han. Nanti akan kita sesuaikan dengan ketersediaan kursinya, berapa tambahan yang diperlu­kan,” tutur Agus.

Rencananya, KA tambah­an Lebaran ini sebanyak 38 perjalanan(21.860 seat/hari pp).

Direktur Komersial dan IT KAI Muhammad Kuncoro Wibowo mengatakan, hingga Sabtu (25/3) KAI telah menjual 228.092 tiket kereta api untuk mudik Lebaran 2017.

Namun begitu, Kuncoro me­mastikan masih banyak tersedia tiket untuk mudik Lebaran 2017.

“Tempat duduk yang kami sediakan 15 Juni sampai 23 Juni sejumlah 695.420 tiket. Sampai saat ini sudah terjual 228.092 tiket, masih banyak tersedia, memang tergantung kelas dan daerah tujuan,” kata Kuncoro.

Dilanjutkannya, tiket kereta mudik Lebaran 2017 yang telah terjual tersebut terdiri dari berba­gai kelas yang disediakan KAI dan berbagai rute tujuan jarak jauh.

“Umumnya untuk rute jarak jauh yang cepat habis. Tapi masih ada kok tempat duduk semua jurusan dan semua jenis kelas,” ucap Kuncoro.

Sebelumnya, Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, KAI telah membuka pemesanan tiket H-90 sebelum keberangkatan.

Pembukaan penjualan tiket kereta jauh hari demi memberi kemudahan bagi masyarakat untuk merencanakan perjalanan ke kampung halamannya.

“Pembelian tiket ini bisa diakses melalui beberapa fasilitas, yakni situs tiket.kereta-api.co.id, contact center 121, apikasi KAI Access serta loket stasiun,” ujarnya.

Akibat ludesnya tiket KA dalam waktu kurang dari satu jam setelah dibukanya sistem pemesanan online membuat masyarakat curiga adanya aksi borong tiket yang dilakukan pihak tertentu.

Salah satunya adalah tiket kereta api Lebaran KA Serayu Pagi dan Serayu Malam yang ludes hanya dalam waktu lima menit.

Akibatnya banyak calon pe­mudik curiga jangan-jangan ada kelompok tertentu yang bisa melakukan pembelian online den­gan cepat sehingga masyarakat awam kesulitan membelinya meski secara online juga. ***