Home Berita JIAAHHHHH,,,, Dulu Kepanasan Denger Doa Romo SYAFI’I,,,Sekarang Ada Yang Kepanasan Dengar ...

JIAAHHHHH,,,, Dulu Kepanasan Denger Doa Romo SYAFI’I,,,Sekarang Ada Yang Kepanasan Dengar Ceramah KH HASAN Gontor

0
SHARE

Rakyat Jakarta – Indonesia sempat heboh dengan Doa Muhammad Syafi’i (Romo) pada penutupan Sidang Paripurna MPR 2016 setelah Pidato Kenegaraan Presiden Joko Widodo. Doa tersebut menjadi buah bibir itu dinilai tepat oleh banyak orang karena mencerminkan kondisi dan doa masyarakat. Namun, tidak demikian bagi Alifurrahman S Asyari atau yang dikenal sebagai Jokower.

Pria pemikir itu merasa gerah dengan ceramah yang dibawa Muhammad Syafi’i dan menyebutnya dengan julukan setan. Hal itu tercermin dari tulisannya berjudul “Ketika Setan Pimpin Doa di Gedung MPR” yang kontroversial.

Alifurrahman beralasan, 80% isi doa yang dipanjatkan Muhammad Syafi’i berisi keluhan.

Jika itu dulu, hampir sama dengan kejadian sekarang. Dimana Jokower kepanasan dengan ceramah ulama.

Adalah Koordinator Loyalis Jokowi, Sukardiman Sungkono mengancam salah satu Pimpinan Pondok Modern Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Ancaman pendukung Jokowi ini berupa akan melaporkan KH Salah kepada aparat kepolisian.

Penyebabnya, karena dia menganggap bahwa KH Hasan telah melakukan provokasi saat berceramah pada acara reuni Gontor Abu Sittin di Hotel Aster Batu, malang 3-4 Mei 2017 lalu. Sukardirman mengaku sudah melihat video isi ceramah KH Hasan.

Video ceramah KH Hasan itu beredar di media sosial dan group whats up. Video berdurasi sekitar 1 menit 39 detik. “Saya sudah lihat ceramah Kiai Hasan Abdullah Sahal tentang syahadatnya batal melihat umat saat ini, ini sangat provokatif,” kata Koordinator Loyalis Jokowi, Sukardiman Sungkono, seperti didalam video Yotube yang beredar di Internet.

Pernyataan KH Hasan yang menjadi sorotan adalah saat ia menyatakan bahwa umat Islam yang tidak tersentuh hatinya ketika Al-Quran diganggu maka orang tersebut perlu membaca syahadat kembali, dimandikan kembali dan sunnat kembali.

Diharapkan doa bisa membawa instropeksi diri kearah kebaikan, sedang ceramah diharapkan mampu menggerakkan diri untuk lebih melihat kedalam bagi mereka yang mendengarnya. Tapi reaksi para Jokower ini memang beda. Yang satu sebut pembawa doa adalah setan, dan yang kedua malah ancam polisikan ulama karena ceramahnya.